Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Hujan Hidrometeorologi Timpa Kota Padang: Terjadi 21 Titik Banjir Bandang dan Longsor

badge-check


					Pemandangan dari udara akibat dari hujsn hidrometeorologi menimpa Padang, Sumatera Barat, awal Oktober 2026. Foto: AFU.id Perbesar

Pemandangan dari udara akibat dari hujsn hidrometeorologi menimpa Padang, Sumatera Barat, awal Oktober 2026. Foto: AFU.id

Penukis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PADANG — Titik-titik tanah longsor dan banjir bandang tersebar di delapan kecamatan di Kota Padang menjadi peringatan dini yang nyata di awal musim hujan tahun ini.

Hujan yang turun berulang kali selama beberapa hari berturut-turut sejak awal Oktober 2026 memicu bencana hidrometeorologi di kawasan yang secara topografi berada di lereng Bukit Barisan.

Secara keseluruhan tercatat 21 titik kejadian — terdiri dari 14 titik tanah longsor dan 7 titik banjir bandang — yang berdampak langsung pada ribuan warga.

Sebaran

  • Kecamatan Pauh 5 titik longsor, 2 titik banjir Kelurahan Limau Manis, Kampung Baru, Cupak Tangah
  • Kuranji 3 titik longsor, 2 titik banjir Kelurahan Kuranji, Pasar Baru, Sungai Sapihan.
  • Lubuk Begalung 2 titik longsor, 2 titik banjir Kelurahan Lubuk Begalung, Batu Gadang, Gunung Sarik
  • Lubuk Kilangan 3 titik longsor Kelurahan Lubuk Kilangan, Bandar Buat
  • Bungus Teluk Kabung 2 titik longsor Jalan Raya Bungus,
  • Kawasan perbukitan Teluk Kabung
    Nanggalo 1 titik banjir Sekitar Jalan Adinegoro, Kelurahan Gunung Pangilun
  • Koto Tangah 1 titik banjir Kawasan bantaran Sungai Lubuk Buaya
    Lubuk Buaya 1 titik longsor Jalan Raya Lubuk Buaya, area berbukit 

Dampak

Data resmi BPBD Kota Padang per 10 Oktober 2026 mencatat dampak yang dirasakan warga:

  • Rumah Terendam Banjir 187 unit
    Rumah Rusak Ringan/Sedang 94 unit
  • Rumah Tertimbun Longsor/Rusak Berat 29 unit
  • Warga Mengungsi Sementara 1.248 orang — menempati 31 titik posko pengungsian
  • Jalan Desa/Kecamatan Terputus 13 ruas jalan
    Jembatan Putus/Rusak 7 unit jembatan penyeberangan
    Sekolah Terpaksa Libur Sementara 12 satuan pendidikan di kawasan terdampak

Para pengungsi sebagian besar ditampung di balai kelurahan, masjid, dan gedung serbaguna terdekat. Kebutuhan mendesak yang paling banyak dibutuhkan saat ini antara lain makanan siap saji, selimut, matras, obat-obatan dasar, serta air bersih.

Pemerintah Kota Padang bersama unsur TNI/Polri dan relawan terus menyalurkan bantuan ke lokasi yang dapat dijangkau.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang menjelaskan bahwa ada kombinasi beberapa faktor yang saling memperkuat:

“Hujan bukan turun sekali, tapi berulang setiap hari selama 4–5 hari. Air perlahan meresap ke dalam tanah hingga tanah menjadi jenuh, lalu pada hujan berikutnya tanah tidak lagi mampu menahan air. Ditambah lagi banyak lokasi yang berada di lereng curam dan berkurangnya vegetasi penahan tanah di kawasan perbukitan.”

Secara rinci penyebab utamanya:

  • Hujan berdurasi panjang dan berulang — akumulasi curah hujan mencapai 150–200 mm dalam kurun waktu 5 hari
  • Topografi berbukit curam — sebagian besar wilayah Padang merupakan lereng Bukit Barisan yang rawan gerakan tanah
  • Kondisi tanah yang labil — jenis tanah lempung mudah melunak saat terkena air
  • Faktor manusia — pembangunan di kawasan lereng tanpa pengendalian tata ruang yang ketat, penebangan vegetasi, dan penyempitan saluran drainase

Peringatan BMKG

BMKG memperingatkan bahwa puncak curah hujan di wilayah Sumatera Barat diprediksi baru akan terjadi pada November–Desember 2026. Artinya, potensi kejadian serupa masih mungkin terjadi.

Warga yang tinggal di kawasan lereng bukit, bantaran sungai, dan jalur aliran air diimbau untuk tetap waspada dan siap mengungsi sewaktu-waktu jika cuaca memburuk.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan posko siaga 24 jam dan jalur evakuasi utama di setiap kecamatan rawan.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rudal Houthi Jatuh Lagi di Bandara King Khalid 12 Orang Tewas 309 Lukaluka, Saksi: Mirip Gempa!

11 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Gempa Mag 5.7 di Lepas Pantai Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami Lokasi 209 Km

11 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pawai Karnaval Bersih Desa Sidowarek Ngoro: 13 Sound Horek Bikin ‘Gempa’ Jalur Wonorejo-Gerdu Laut

10 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Tiga Gelombang Rudal Houthi Sasar Bandara Riyadh: Tiga Orang Tewas, 31 Lukaluka, Pesawat 320 Rusak Berat

9 Oktober 2026 - 17:58 WIB

KM Virgo 8 Tenggelam: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 108 Selamat, 82 Tewas, 53 Hilang

9 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Tingkatkan Sinergitas, Kapolres Jombang Sambangi Bupati

9 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Polisi Gerebek Judol di Kompleks Cijantung, KSAD Jenderal Maruli: Ada Laporan Pasti Kita Tindak Tegas!

9 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Massa Segel Pintu Gerbang PT JPN, Efek Limbah Bau Busuk Ganggu Siswa SMPN 4 Banjardowo Jombang

9 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Plafon SDN 2 Cempoko Sragen Ambrol, Dua Wanita Guru Alami Lukaluka

9 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Trending di News