Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG — Suasana Desa Sidowarek, benar benar horek mirip gempa, saat 13 barisan berjajar dari dusun Wokorejo berpawai sampai finish di dusun Gerdu Laut.
Massa warga desa tumpah ruah menyaksikan acara pawai karnaval, yang setiap tahun dilaksanakan sebagai bersih desa.
Kawasan makmur di wilayaj Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, terasa begitu meriah pada Sabtu sore, 10 Oktober 2026.
Jalan utama desa dipenuhi warga yang antusias menyaksikan gelaran Pawai Karnaval Budaya Modern Sound Horeg, sebuah tradisi yang dinanti-nantikan sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga.
Pawai yang dimulai tepat waktu ini dilepas secara resmi oleh Kepala Desa Sidowarek, Drs. Fatchurrohman.
Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Ngoro, Kapolsek Ngoro, Danramil Ngoro, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang berdatangan dari berbagai penjuru.
Kepada desa yang juga menjabat sebagai Ketua Apindo Jombang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pawai ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan bukti kekompakan dan semangat gotong royong warga Sidowarek.

Nuansa gebyar penuh ceria memenuhi penampilan karnaval bersih desa Sidowarek. Foto: kredonews.com/ sri muryanto
“Kegiatan ini membuktikan bahwa kita satu desa, satu keluarga besar. Keragaman yang kita miliki justru menjadi kekuatan untuk membangun desa yang lebih maju dan sejahtera,” ujar pria disambut tepuk tangan warga.
Pawai ini diikuti 13 barisan yang menampilkan kreativitas khas masing-masing dari 7 Dusun yang ada di wilayah Desa Sidowarek.
Sekitar 400 orang peserta dari berbagai kalangan — mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua — berjalan bersama sepanjang rute yang telah ditetapkan.
Dengan jarak tempuh sekitar 1,5 kilometer, peserta berangkat dari titik start dan berkeliling jalan utama desa hingga tiba di lokasi finish dengan tertib dan aman.
Irama musik khas Sound Horeg yang menggema menambah semangat peserta, sementara warga yang menyepanjang jalan menyambut dengan sorak sorai dan senyum hangat.
Kombinasi nuansa budaya lokal dengan kreasi modern membuat pawai ini tampil unik dan penuh warna, mencerminkan jati diri masyarakat Sidowarek yang tetap melestarikan tradisi sekaligus terbuka terhadap kemajuan zaman.

Cosplay jadi pameran utama pawai budaya sound horek acara karnaval bersih desa Sidowarek, Ngoro, Jombang, Sabtu 10 Oktober 2026. Foto: kredonews.com/ sri muryanto
Pihak Kecamatan Ngoro memberikan apresiasi tinggi terhadap keteraturan dan keamanan pelaksanaan kegiatan.
Kerja sama antara warga, aparat keamanan, dan panitia dinilai berjalan sangat baik sehingga pawai berjalan lancar, aman, dan tertib dari awal hingga akhir.
Semangat kebersamaan yang terpancar dari kegiatan ini diharapkan terus terjaga dan menjadi modal kuat pembangunan Desa Sidowarek di masa mendatang.**


















