Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Komitmen Investasi Rp2,3 Triliun Masuk ke Kawasan Industri Sidoarjo

badge-check


					Ilustrasi kawasan industri Perbesar

Ilustrasi kawasan industri

Penulis: Wibisono | Editor:  Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Komitmen investasi senilai Rp2,3 triliun masuk ke kawasan industri di Sidoarjo melalui penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2026.

Komitmen tersebut melibatkan investor dari dalam dan luar negeri yang akan mengembangkan kegiatan usaha di SAFE ‘n’ LOCK Industrial Park Sidoarjo dan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS).

Enam investor yang menyatakan komitmen investasi tersebut yakni PT CJ Logistics Service Indonesia, PT East Java New Energy, PT Importa Jaya Abadi, RUM Seafood, PT Gochem Globalindo, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sidoarjo.

Adi Saputra Tedja Surya selaku pengelola HIPS mengatakan, nilai komitmen tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi kawasan industri yang dikembangkan perseroan.

“Komitmen investasi senilai Rp2,3 triliun ini merupakan bukti nyata antusiasme para investor menyambut KEK di kawasan kami,” ujar Adi Saputra Tedja Surya, Minggu (4/10/2026).

Menurut Adi, salah satu daya tarik investasi berada pada kesiapan ekosistem Halal Industrial Park Sidoarjo dalam mendukung penerapan regulasi wajib halal atau mandatory halal.

“Kesiapan ekosistem di Halal Industrial Park Sidoarjo juga siap mendukung penuh pemenuhan mandatory halal serta mewujudkan ambisi Jawa Timur sebagai pusat industri halal nasional,” katanya.

Minat investor terhadap kawasan industri Sidoarjo juga dipengaruhi rencana dan pengembangan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Selain itu, penerapan regulasi mandatory halal dinilai membuka peluang bagi berkembangnya industri yang membutuhkan ekosistem produksi dan fasilitas pendukung halal secara terintegrasi.

Sementara itu, Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur menekankan pentingnya memastikan komitmen investasi yang telah disepakati dapat berlanjut hingga tahap realisasi.

“Kami berharap komitmen tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi realisasi investasi yang memperkuat struktur ekonomi daerah. Pengembangan investasi perlu didukung ekosistem yang kondusif agar mampu mendorong pertumbuhan industri dan memperluas manfaat ekonomi,” ujar Emil Dardak.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Ayam di Kandang Anjlok Lagi

4 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Laporan Knight Frank 2026: Laju Pertumbuhan Orang Super-Kaya Indonesia Nomor Satu Dunia

4 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Harga Pertamax Oktober Tetap Rp 15.950, Wamen ESDM Bilang Begini

2 Oktober 2026 - 20:07 WIB

TPK Hotel di Kota Malang Turun Jadi 42,68% pada Agustus

2 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Pemprov Jatim Gelar Pemutihan Pajak sampai Akhir November 2026

1 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tiga Anggota DPRD di Jatim Ditangkap Polrestabes Surabaya karena Narkoba

30 September 2026 - 19:20 WIB

YLKI Dorong Label Peringatan Gula, Garam, Lemak , Usai Putusan MK

30 September 2026 - 18:59 WIB

Penerbangan Singapura Tersebar ke 17 Kota RI, Ekonomi Daerah Luar Jawa Panen Devisa

30 September 2026 - 18:38 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Rp109.000 per Kg, Telur Ayam di Rp29.500 per Kg

29 September 2026 - 21:08 WIB

Trending di Nasional