Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

badge-check


					Biro travel PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group) menelantarkan 196 jamaah umrah di Masjid Alun akun Jombang dan bandara Juanda. Seharusnya sesusi jadwal berangkat Minggu, 30 Agustus 2026. Tetapi tiba tiba dibatalkan pihak travel menyatakan uang sudah habis. Foto: ist Perbesar

Biro travel PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group) menelantarkan 196 jamaah umrah di Masjid Alun akun Jombang dan bandara Juanda. Seharusnya sesusi jadwal berangkat Minggu, 30 Agustus 2026. Tetapi tiba tiba dibatalkan pihak travel menyatakan uang sudah habis. Foto: ist

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG — Para calon jemaah umrah menuntut agar seluruh uang  telah disetor dikembalikan sepenuhnya.

Tuntutan itu disampaikan langsung kepada perwakilan PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group), bernama Dwi Setyawan dan Muhammad Hidayat hadir dalam mediasi di Polres Jombang pada Minggu siang tadi, 30 Agustus 2026.

Kejadian bermula sejak dini hari tadi, sekitar pukul 01.00 WIB, ketika kurang lebih 196 calon jemaah berkumpul di halaman Masjid Agung Baitul Mukminin, kawasan Alunalun Jombang.

Mereka bersiap berangkat ke Tanah Suci. Hingga pukul 04.00 WIB keberangkatan belum juga terlaksana.

Setelah ditunggu berjam-jam, barulah Dwi Setyawan dan Muhammad Hidayat selaku perwakilan travel muncul dan menyampaikan kabar mengejutkan: seluruh dana pembayaran jemaah diklaim telah habis tanpa penjelasan rinci mengenai penggunaannya.

Padahal sebelumnya dinyatakan segala persiapan lengkap dan siap berangkat.

Situasi memanas ketika perwakilan travel mengajukan rencana sepihak: hanya sekitar 40 orang yang boleh berangkat hari itu, terpisah dari rombongan utama dan belum tentu satu keluarga dapat bersama.

Para jemaah menolak tegas. Sebagian yang sudah sampai di Bandara Juanda pun membatalkan perjalanan setelah mendapat kabar dari Jombang.

Kedua perwakilan travel akhirnya dibawa ke Polres Jombang untuk dimintai keterangan.

Dalam mediasi yang melibatkan pihak jemaah, perwakilan travel, tokoh ulama, serta unsur KBIH Muslimat NU, para jemaah menyampaikan tuntutan utama: pengembalian seluruh dana secara utuh dan segera.

Kepercayaan sudah hilang setelah janji dilanggar, dana diklaim habis tanpa bukti, lalu muncul syarat baru berupa biaya tambahan Rp3 – 5 juta per orang untuk gelombang berikutnya, sesuatu yang tidak pernah disepakati dalam perjanjian awal.

Para jemaah menolak biaya tambahan apa pun serta menolak skema keberangkatan bertahap.

Pihak travel sempat menawarkan solusi keberangkatan bergelombang, namun ditolak bulat karena tidak ada jaminan pasti waktu keberangkatan gelombang selanjutnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan resmi.

Dwi Setyawan dan Muhammad Hidayat belum menyanggupi pengembalian dana maupun menjelaskan rinci kemana dana ratusan juta rupah tersebut mengalir.

Belum juga ada klarifikasi dari Kementerian Agama terkait status izin operasional travel tersebut. Masyarakat diimbau teliti memastikan izin resmi penyelenggara perjalanan ibadah sebelum menyerahkan pembayaran.

Kronologi

– ±01.00 WIB — 200 calon jemaah berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang

– ±04.00–05.00 WIB — Perwakilan travel Dwi Setyawan & Muhammad Hidayat hadir, kabarkan dana habis; hanya 40 orang boleh berangkat hari itu

– Pagi hari — Jemaah menolak; kedua perwakilan dibawa ke Polres Jombang

– Siang hari — Mediasi: jemaah menuntut seluruh uang dikembalikan utuh; tolak biaya tambahan & keberangkatan bertahap

– Sore hari — Belum ada kesepakatan; rincian penggunaan dana belum dijelaskan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Trending di News