Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Teluk Makin Membara, Presiden Trump Tegaskan Siap Serang Iran untuk Jangka Waktu 60 Hari ke Depan

badge-check


					Presudin Trump mengumumkan serang Iran 60 hari ke deoan untuk bebaskan selat Hornuz. Foto: ist Perbesar

Presudin Trump mengumumkan serang Iran 60 hari ke deoan untuk bebaskan selat Hornuz. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan tegas dan memaklumkan kesiapan melancarkan serangan militer berkelanjutan terhadap Iran demi menjamin kebebasan dan keamanan jalur strategis Selat Hormuz.

Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan pemberitahuan resmi kepada Kongres terkait kelanjutan operasi militer yang telah dimulai sejak 7 Juli 2026.

“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras malam ini, besok, dan setiap saat diperlukan. Tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegah langkah ini. Selat Hormuz bukan milik satu negara saja, melainkan jalur milik dunia. Kami akan pastikan jalur ini terbuka lebar dan aman bagi kapal dagang seluruh bangsa,” tegas Trump di hadapan awak media, Selasa (14/7/2026) waktu setempat.

Perlu ditegaskan: belum ada deklarasi perang resmi yang dikeluarkan Kongres AS. Langkah yang diambil Trump adalah pemberitahuan kelanjutan operasi militer sesuai Undang‑Undang Kekuasaan Perang, memberikan kewenangan tambahan 60 hari untuk bertindak tanpa persetujuan khusus parlemen terlebih dahulu.

Operasi Militer

Langkah ini diambil setelah Iran dituduh menyerang kapal dagang netral di Selat Hormuz serta melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer AS dan sekutu di Kuwait serta Bahrain.

Trump menegaskan operasi ditujukan melumpuhkan kemampuan militer Iran yang mengancam jalur pelayaran, bukan menyerang warga sipil.

Ia juga mengumumkan pemulihan blokade laut terhadap kapal berbendera Iran serta pengawasan ketat seluruh lalu lintas di selat tersebut.

Respon Iran

Pihak Iran menolak tuduhan tersebut dan menyatakan tindakannya sesuai aturan keamanan wilayah.

Para pengamat memperingatkan eskalasi berisiko meluas ke seluruh kawasan Teluk, mengganggu pasokan energi dunia, serta menaikkan harga minyak. Sementara negara sekutu menyerukan kehati‑hatian namun tetap mendukung kebebasan navigasi.

Hingga kini belum ada keputusan penambahan pasukan darat; operasi difokuskan pada serangan udara, rudal, dan pengawasan laut.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal Turis KM Feronia Terbalik Dihantam Ombak, 29 Orang Selamat Veronica Beatrix Hilang

14 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Polisi Bersama Petani Desa Cek Pertanian Jagung

14 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Sampan Angkut 37 Siswa Patah di Mentawai, Berhasil Selamat Ditolong Nelayan Sedang Lewat

14 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Trending di News