Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Harga Minyak Dunia $US 107/Barel: Beban Subsidi RI Naik Jadi Rp500 Triliun, Jepang Paling Parah

badge-check


					Ilustrasi kenaikkan harga minyak mentah dunia. Foto: antara Perbesar

Ilustrasi kenaikkan harga minyak mentah dunia. Foto: antara

Penulis: Tanasyafira L. Tirani  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Harga minyak mentah dunia kembali menembus level US$107 per barel pada perdagangan Senin ini, 27 April 2026.

Hal ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan gangguan pasokan dari OPEC+.

Lonjakan ini menjadi pukulan telak bagi negara-negara importir besar seperti Indonesia, negara-negara ASEAN, dan Jepang, yang bergantung pada impor energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dampak bagi Indonesia
Indonesia, sebagai importir bersih minyak dan gas sejak 2004, menghadapi tekanan fiskal berat.

Kenaikan harga ini diproyeksikan menambah defisit neraca perdagangan hingga Rp 150 triliun di kuartal II 2026, menurut estimasi Kementerian ESDM.

Subsidi BBM dan LPG yang mencapai Rp 500 triliun per tahun bakal membengkak, memaksa pemerintah memangkas anggaran infrastruktur atau menaikkan harga BBM non-subsidi.

Inflasi domestik berpotensi naik 1-2 poin persen, memukul daya beli masyarakat kelas menengah di Jawa Timur dan wilayah lain.

“Ini pukulan bagi industri manufaktur dan transportasi darat, di mana biaya logistik bisa melonjak 20-30%,” kata ekonom senior dari Universitas Airlangga, Dr. Budi Santoso. Rupiah diprediksi melemah ke kisaran Rp 16.500-US$, memperburuk utang luar negeri.

Beban bagi ASEAN
Wilayah ASEAN secara keseluruhan rentan karena ketergantungan impor mencapai 70% kebutuhan energi.

Singapura dan Malaysia, pusat rafinasi regional, menghadapi biaya operasional naik, sementara Filipina dan Thailand terpukul oleh subsidi energi yang membengkak.

Proyeksi ADB menunjukkan pertumbuhan ASEAN turun 0,5% menjadi 4,5% tahun ini.
Thailand, importir terbesar kedua di ASEAN, sudah menaikkan harga diesel 5% minggu lalu, memicu protes pengemudi truk.

Vietnam, yang bergantung pada impor untuk industri tekstil, berisiko kehilangan daya saing ekspor. Secara kolektif, defisit transaksi berjalan ASEAN bisa membengkak US$50 miliar.

Jepang  Paling Parah
Jepang, importir minyak terbesar dunia dengan 90% kebutuhan dari luar negeri, menghadapi krisis energi akut.

Harga tinggi ini menekan Yen ke level terlemah sejak 1990, dengan BOJ mempertimbangkan intervensi mata uang. Biaya impor tahunan bisa tembus US$200 miliar, memicu inflasi impor hingga 3%.

Industri otomotif seperti Toyota dan Honda terancam, karena biaya produksi naik dan permintaan global kendaraan listrik belum sepenuhnya menggantikan BBM.

Pemerintah Kishida berencana merilis cadangan strategis 20 juta barel, tapi analis memperingatkan efeknya sementara saja. “Ini bisa picu resesi jika harga bertahan di atas US$100,” ujar pakar energi dari Universitas Tokyo.

Lonjakan harga ini menandai babak baru ketidakpastian energi global pasca-pandemi. Para pemimpin Indonesia, ASEAN, dan Jepang dijadwalkan bahas strategi mitigasi di KTT mendatang.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ada Ruang Menyerupai Kantor Polres, RS O Smach untuk Ambil Paksa Organ Manusia

25 September 2026 - 18:55 WIB

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Eri Cahyadi Melarang Sekolah Jualan Seragam, Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Acara ODL

24 September 2026 - 09:24 WIB

Trending di News