Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali, Akses Dibatasi hingga Ranu Kumbolo

badge-check


					Ranu Kumbolo Perbesar

Ranu Kumbolo

Pnulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, MALANG-Jalur pendakian Gunung Semeru resmi dibuka kembali mulai Jumat (24/4/2026) setelah sempat ditutup pascaerupsi pada November 2025. Pembukaan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Kebijakan tersebut ditetapkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) setelah melalui evaluasi menyeluruh dan koordinasi lintas sektor.

Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan pembukaan kembali jalur pendakian dilakukan dengan sejumlah pembatasan.

“Pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai 24 April 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (25/4/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi risiko, pendaki saat ini hanya diperbolehkan mencapai kawasan Ranu Kumbolo. Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus melindungi ekosistem kawasan konservasi.

Pembukaan jalur pendakian ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi para pendaki, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pemulihan ekonomi masyarakat sekitar. Aktivitas wisata diharapkan mampu menggerakkan sektor transportasi, jasa pemandu, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.

Meski demikian, pengelola menekankan pentingnya kedisiplinan pendaki dalam menerapkan prinsip keselamatan dan menjaga lingkungan.

“Pendaki diimbau mempersiapkan diri secara matang sebelum melakukan perjalanan, termasuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat, melakukan pendaftaran resmi, serta memantau informasi cuaca dan status gunung,” kata Rudijanta.

Selain itu, penggunaan perlengkapan standar seperti jaket hangat, sepatu gunung, tenda, dan logistik yang memadai menjadi hal yang wajib dipenuhi.

Selama pendakian, pengunjung diingatkan untuk tetap berada di jalur resmi, tidak melakukan perjalanan seorang diri, serta tidak memaksakan diri jika kondisi fisik menurun.

“Pengelola juga menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak merusak vegetasi serta membawa kembali sampah yang dihasilkan selama pendakian,” tuturnya.

Dalam kondisi darurat, pendaki diminta segera berkoordinasi dengan petugas di pos terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

BBTNBTS juga memberikan kemudahan bagi pendaki yang telah melakukan pemesanan tiket sebelum penutupan, melalui kebijakan penjadwalan ulang.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Trending di Nasional