Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

China Kuasai Cadangan Minyak Mentah 1,4 Miliar Barel, Tiga Kali Cadangan Amerika 413 Juta Barel

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CHINA–  China menguasai cadangan minyak mentah terbesar dunia sebesar 1,4 miliar barel, menurut laporan Administration of Energy Information (EIA) AS bulan ini.

Stok raksasa ini jadi tameng strategis bagi importir minyak terbesar dunia, di tengah Selat Hormuz yang lumpuh sejak Maret akibat perang Iran.

Data EIA ungkap China menimbun rata-rata 1,1 juta barel per hari sepanjang 2025, hingga mencapai 1,4 miliar barel per Desember.

Sebanyak 360 juta barel dikelola pemerintah, sementara sisanya stok komersial di kilang penyulingan.

Bandingkan dengan Cadangan Minyak Strategis AS yang hanya 413 juta barel per Desember lalu, kini turun ke 409 juta barel usai pelepasan darurat.

Wakil Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) China, Wang Changlin, menegaskan komitmen Beijing lanjutkan penimbunan untuk hadapi “situasi darurat”, kata Reuters.

Langkah ini dilakukan sebelum konflik pecah 28 Februari. Namun, krisis ini tanpa preseden. Selat Hormuz—jalur 13 juta barel per hari—ditutup sejak awal Maret usai kampanye udara AS-Israel.

Rabu lalu, 22 April, Iran serang kapal tanker dan alihkan dua kapal ke perairannya, meski gencatan senjata berlaku. Rystad Energy prediksi aliran minyak pulih 90% baru Juli mendatang.

Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol sebut ini “ancaman keamanan energi terbesar sejarah”—hilangnya pasokan dua kali lipat krisis 1973 dan 1979.

Negara anggota IEA lepas 400 juta barel cadangan darurat Maret lalu, tapi Birol ingatkan: pelepasan hanya “kurangi ketidaknyamanan sementara”.

China mulai rasakan tekanan. Konsultan FGE NexantECA perkirakan Beijing tarik stok komersial dalam minggu jika selat tak buka, potong operasi kilang hingga 1,5 juta barel per hari.

Pemerintah sudah batasi ekspor bahan bakar olahan dan arahkan kilang milik negara seperti Sinopec prioritaskan pasokan domestik.

Bagaimana Indonesia? Cadangan Strategis Minyak BBM (CSM) RI baru 18 juta barel per Maret (data ESDM), cukup 10 hari saat impor terganggu.

Kementerian ESDM alokasikan tambahan subsidi Rp 50 triliun Q2 untuk stabilkan harga Pertalite naik 15% bulan ini. Pertamina impor darurat via jalur alternatif Afrika Selatan.

Birol sarankan semua negara: “Diversifikasi sumber energi, campur aduk energi, dan rute perdagangan”. Stok besar China beli waktu—tapi dengan selat masih terblokir, jam berdetak kencang. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Eri Cahyadi Melarang Sekolah Jualan Seragam, Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Acara ODL

24 September 2026 - 09:24 WIB

Hasil Tes DNA Jenazah yang Ditemukan adalah Surakman Awak Arupadatu 1, Posisi 380 Km di Perairan Enggano

24 September 2026 - 03:23 WIB

Trending di News