Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.CON, PASURUAN– Mobilitas ribuan warga kawasan Blandongan, Pasuruan, bakal terganggu mulai 6 April hingga 30 November 2026 akibat penutupan total Jembatan Bokwedi untuk perbaikan besar-besaran. Proyek ini diprakarsai Pemkab Pasuruan guna meningkatkan daya tahan struktur jembatan yang rawan ambruk, dengan biaya anggaran mencapai miliaran rupiah.
Satlantas Polres Pasuruan Kota langsung sigap mengantisipasi lonjakan kemacetan dengan memetakan enam titik krusial di sekitar Blandongan dan menyiapkan tiga jalur alternatif utama.
Pengemudi diimbau wajib mengikuti pengalihan ini untuk menghindari penumpukan:
-
Jalur 1 (Utara): Pengendara dari arah Bangil ke Pasuruan Kota dialihkan via Jl. Raden Fatah menuju Jl. Ahmad Yani, tambahan jarak sekitar 3-5 km.
-
Jalur 2 (Selatan): Kendaraan dari arah Gondangwetan dialihkan melalui Jl. Panglima Sudirman ke Jl. Dr. Soetomo, dengan posko pengaturan di persimpangan Blandongan.
-
Jalur 3 (Timur): Untuk roda dua, gunakan jalur pinggir via Gang Mawar dan Jl. Wonorejo, sementara truk besar wajib lewat Jl. Bypass Pasuruan.
Personel Satlantas akan ditempatkan 24 jam di titik-titik pengalihan, lengkap dengan rambu elektronik dan spanduk imbauan. Pihak kepolisian juga menyiapkan posko command center di Balai Kota Pasuruan untuk koordinasi real-time.
Agar perjalanan tetap lancar, pengendara diminta patuhi aturan ini:
-
Hindari jam rawan pukul 06.00-08.00 WIB dan 16.00-18.00 WIB; berangkat 30 menit lebih awal.
-
Pantau update via aplikasi NTMC Polri atau akun Instagram @satlantaspasuruan.
-
Patuhi arahan petugas; pelanggar rambu pengalihan dikenai sanksi tilang.**







