Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Puasa Ramadan vs Intermittent Fasting: Sama-Sama Puasa, Beda Tujuan

badge-check


					Puasa Ramadan vs Intermittent Fasting: Sama-Sama Puasa, Beda Tujuan Perbesar

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Banyak orang mengira puasa Ramadan sama dengan tren intermittent fasting(IF). Padahal, meski sama-sama menahan makan dalam jangka waktu tertentu, keduanya punya tujuan berbeda. Puasa Ramadan adalah ibadah, sementara IF biasanya dilakukan untuk kesehatan, seperti menurunkan berat badan atau memperbaiki metabolisme.

Durasi puasa Ramadan di Indonesia berlangsung sekitar 13–14 jam, dari sahur hingga berbuka, tanpa boleh makan atau minum. Sedangkan IF lebih fleksibel, misalnya metode 16:8 (16 jam puasa, 8 jam makan), pola 5:2, atau bahkan hanya satu kali makan sehari. Bedanya lagi, saat IF masih boleh minum air putih atau kopi tanpa gula, sedangkan Ramadan benar-benar tanpa asupan.

Ahli Gizi UNAIR, Mahmud Aditya Rifqi, mengingatkan bahwa apapun polanya, tubuh tetap butuh asupan bergizi seimbang. Jangan sampai kalori terlalu rendah karena bisa membuat tubuh kehilangan massa otot. Ia menyarankan pengurangan kalori dilakukan bertahap, bukan ekstrem.

Untuk Ramadan, Mahmud memberi tips sederhana: jangan balas dendam makan berlebihan saat berbuka. Cukup satu kali makan utama setelah magrib, sahur yang bergizi, dan camilan sehat bila perlu. Cairan minimal delapan gelas sehari tetap harus dipenuhi, dibagi antara berbuka, malam, dan sahur. Tambahkan buah, sayur, serta makanan berkuah agar tubuh tetap segar.

“Ramadan adalah momen ibadah, tapi juga kesempatan memperbaiki pola makan. Kuncinya ada pada pengaturan yang seimbang,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Trending di Life Style