Menu

Mode Gelap

Headline

Gegara Diputus Pertemanan, Dua Remaja Bawah Umur Tega Habisi Sahabatnya Pelajar SMP Bandung Barat

badge-check


					Kapolres Cimahi AKBP Niko Adi Putra mengungkap kasus pembunuhan terhadap pelajar SMPN di Bandung barat, hanya karena alasan diputus pertemanan, Minggu 15 Februari 2026. Foto: Ist Perbesar

Kapolres Cimahi AKBP Niko Adi Putra mengungkap kasus pembunuhan terhadap pelajar SMPN di Bandung barat, hanya karena alasan diputus pertemanan, Minggu 15 Februari 2026. Foto: Ist

Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
 
KREDONEWS.COM, BANDUNG BARAT – Polres Cimahi, Jawa Barat,  ungkap kasus pembunuhan remaja di Eks Kampung Gajah, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, dalam waktu kurang dari 24 jam.
Demikian keterangan Kapolres Cimahi AKBP Niko Adi Putra, konferensi pers,  Minggu, 15 Februari 2026, terkait pengungkapan kasus kriminal yang meliabtakan korban dan pelaku di bawah umur itu.
Ia menjelaskan bahwa penangkapan dua tersangka, YA (16 tahun) pelajar SMK, dan AP (17 tahun) putus sekolah, dilakukan Sabtu malam (14/2/2026) di Kecamatan Banyuresmi, Garut.

Jenazah korban ZAAQ (14 tahun), siswa SMPN 26 Bandung, ditemukan Jumat malam (13/2/2026) pukul 20.45 WIB oleh dua kreator konten horor yang sedang live TikTok.

Awalnya mereka mengira bau busuk dari bangkai kucing, tapi ternyata jasad laki-laki dengan luka robek di kepala akibat benda tumpul dan delapan luka tusuk di perut, berdasarkan olah TKP menyajikan visum awal. Jenazah dievakuasi ke RS Sartika Asih untuk autopsi.

Kapolres menjelaskan antara kedua tersankga dengan korban sama-sama kenal. Bahkan hubungan mereka seperti saudara, para tersangka mengenal baik dengan keluarga korban.

Bahkan setelah, melakukan perbuatannya itu, Ya kirim WA kepada keluarga korban bahwa ZAAQ, diculik orang. 

Setelah membunuh ZAAQ, tersangka YA menggunakan HP korban untuk mengirim pesan palsu ke luarga dan teman-temannya. Isi pesan tersebut berbunyi: “Je aing diculik anjir pas balik mawa duit, aing teu apal iye dimana. Jol dibawa kana mobil aing (artinya: “Aku diculik pas pulang bawa duit, aku gak tau ini di mana. Dibawa pakai mobil aku”).

Selanjutnya YA merusak HP korban guna menghilangkan jejaknya. Skenario ini terbongkar saat pengakuan tersangka diinterogasi Polres Cimahi.

Kedua tersangka merupakan kenalan korban, bahkan mengenal keluarga korban secara baik. Kini, mereka berdua diperiksa intensif di Mapolres Cimahi. Pola diperkirakan terkait masalah perdamaian setelah korban memutus hubungan asmara.

Kejadian Kronologi

  • 7 Februari 2026 : YA mengajak AP ke Bandung untuk membunuh ZAAQ karena sakit hati akibat hati putus perteman. tetapi nia titu diurungkan, karena AP sibuk kerja dekorasi pernikahan.

  • 9 Februari 2026, siang : YA dan AP berangkat dari Garut ke Bandung, mengantar ZAAQ usai pulang sekolah.

  • Sekitar pukul 15.30 WIB : Mereka tiba di area sepi Eks Kampung Gajah. AP menunggu di luar, sementara YA mengajak ZAAQ menyusul sambil membawa pisau di jaket. Percekokan terjadi: YA pukul kepala ZAAQ dengan botol hingga jatuh, lalu tusuk perut delapan kali. Korban ditinggalkan dalam keadaan hidup, HP serta jaketnya diambil.

  • Sore-malam February 9 : YA kirim chat palsu dari HP ZAAQ ke luarga dan teman, berisi “saya diculik”, untuk menciptakan alibi.

  • 9-13 Februari : Keluarga curiga ZAAQ hilang; jasad membusuk di lokasi terpencil.

  • 13 Februari malam : Dua pencipta konten menemukan jasad saat live TikTok dan laporkan polisi.

  • 13-14 Februari : Polres Cimahi olah TKP dan hubungi RS Sartika Asih untuk autopsi.

  • 14-15 Februari dini hari : Tim Resmob menangkap YA dan AP di Banyuresmi, Garut. Pengakuan mengungkapkan motif dan rencana.


Apakah Anda ingin menambahkan detail investigasi lebih lanjut, mengubah gaya headline, atau menyesuaikan panjang naskah?

siapakan pakcar korban

Identitas Korban Pembunuhan Parongpong

Korban pembunuhan di Eks Kampung Gajah, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, adalah ZAAQ berusia 14 tahun. Ia merupakan siswa SMPN 26 Bandung (atau disebut juga SMP Negeri 26 Kota Bandung).

Detail Tambahan

ZAAQ ditemukan tewas dengan luka robek di kepala akibat benda tumpul dan delapan luka tusuk di preut pada 13 Februari 2026. Identitasnya dikonfirmasi melalui seragam sekolah dan barang bawaan saat jenazah ditemukan. Tidak ada informasi lengkap nama depan/belakang atau foto resmi yang dirilis publik oleh polisi.

ada dua tersangka soapa yang kenal korban

Hubungan Tersangka dengan Korban

Kedua tersangka, YA (16 tahun) dan AP (17 tahun) , sama-sama kenal korban ZAAQ (14 tahun). YA adalah teman dekat korban sejak lama—hubungan seperti kakak-adik yang diketahui keluarga—dan menjadi pelaku utama karena sakit hati akibat ZAAQ memutus perdmanan. AP merupakan kerabat YA yang menemani aksi tersebut, meski tidak disebut sebagai eksekutor langsung.

Detail Peran

YA merencanakan pembunuhan sejak 7 Februari 2026 dan menjemput korban pasca-sekolah pada 9 Februari, sementara AP ikut berangkat dari Garut serta menunggu di luar lokasi saat kejadian. Motif utama berasal dari YA yang merasa dicintai setelah ZAAQ pindah sekolah dari Garut ke Bandung.

apa dugaan pola pembunuhan ini

Dugaan Motif Pembunuhan

Motif utama pembunuhan ZAAQ adalah rasa sakit hati tersangka YA terhadap korban yang memutus hubungan perdmanan mereka. Hubungan ini telah terjalin lama seperti kakak-adik, tapi ZAAQ menyatakan sikap berhenti perdmanan setelah pindah sekolah ke Bandung.

Latar Belakang Rencana

YA merencanakan aksi sejak 7 Februari 2026 karena balas dendam pribadi, dibantu AP sebagai pendamping. Pembunuhan yang direncanakan ini dipicu ketidakterimaan YA atas keputusan korban, bukan asmara romantis.

Batas pratinjau gratis telah tercapai. Menggunakan pe
Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Solusi Pengangguran dari Prof Stella, Siapa Tahu Anda Cocok

15 Februari 2026 - 22:20 WIB

Segenting Itukah, Purbaya: Pilih Utang Naik 40 Persen atau Kembali ke Krisis 1998

15 Februari 2026 - 21:34 WIB

Indonesia Larang Wisata Tunggang Gajah, Mengapa Kuda Boleh?

15 Februari 2026 - 21:21 WIB

Ning Ita Nyadran di Makam Pekuncen: Merawat Tradisi Menyambut Ramadan

15 Februari 2026 - 20:09 WIB

Konflik Kemenkes Vs IDAI, Budi Sadikin Pecat Dokter Piprim Basarah sebagai ASN

15 Februari 2026 - 19:48 WIB

Kerangka Galvalum, Atap 3 Kelas SDN Pamatan II Tongas Probolinggo Ambrol

15 Februari 2026 - 18:36 WIB

Menkopolkam RI Apresiasi Stabilitas Mojokerto, Ekonomi Tumbuh 6,5%

15 Februari 2026 - 18:03 WIB

Purbaya Akui Pertumbuhan Ekonomi 5% Tak Cukup Serap Tenaga Kerja Baru

15 Februari 2026 - 16:41 WIB

Diskon 50 Persen Tarif Bandara Selama Lebaran 2026, Tiket Akan Lebih Hemat

15 Februari 2026 - 16:26 WIB

Trending di Nasional