Menu

Mode Gelap

Headline

Kerangka Galvalum, Atap 3 Kelas SDN Pamatan II Tongas Probolinggo Ambrol

badge-check


					Setelah didera hujan deras, atap bangunan sekolah SDM pamatan 2, Tongas Probolinggo rubuh, Sabtu dini hari 01.00, 14 Februari 2026. Tahun 2024, atap itu mendapat rehabilitasi menggunakan kerangka galvalu, murah tetapi tidak kuat. Foto: Instagram@portalJTV Perbesar

Setelah didera hujan deras, atap bangunan sekolah SDM pamatan 2, Tongas Probolinggo rubuh, Sabtu dini hari 01.00, 14 Februari 2026. Tahun 2024, atap itu mendapat rehabilitasi menggunakan kerangka galvalu, murah tetapi tidak kuat. Foto: Instagram@portalJTV

Penulis: Yoli Andi Purnomo  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PROBOLINGGO– Kasus ambruk atap tiga ruang kelas di SDN Pamatan 2, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Terjadi pada Sabtu (14/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur sejak Jumat sore.

Bangunan kelas 1, 2, dan 3 ini baru direhabilitasi pada tahun 2024 menggunakan rangka galvalum, ironisnya rangka tersebut diduga tidak kuat menahan beban genteng. Tembok tetap aman, tapi meja, kursi, kipas angin rusak parah; material runtuh langsung dibersihkan.

Kepala Sekolah SDN Pamatan II Tongas, Fatah Yasin, memberikan keterangan terkait kejadian ambruknya atap tiga ruang kelas Sabtu (14/2/2026) dini hari.

 Sekda Probolinggo Ugas Irwanto meninjau lokasi, memerintahkan perbaikan cepat; aula disekat sementara sebagai kelas alternatif agar belajar tidak terganggu. 

Ia menyatakan bahwa peristiwa pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah dan warga sekitar pukul 01.00 WIB, setelah hujan deras sejak Jumat sore pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Fatah menekankan tidak ada korban karena di luar jam belajar.

Tembok bangunan aman, tapi meja, kursi, serta kipas angin rusak; fasilitas yang masih layak dibersihkan untuk dipakai kembali.

Sekolah itu 2024, mendapat proyek rehabilitasi menggunakan rangka galvalum tidak kuat menahan beban genteng. KBM tetap jalan dengan menggabungkan siswa kelas 1-4 di aula 7×8 meter yang disekat sementara: kelas 1 (24 siswa) digabung kelas 2 (18 siswa), kelas 3 (16 siswa) dengan kelas 4.

Pemkab Probolinggo merespons dengan cepat kejadian ambruknya atap SDN Pamatan II Tongas dengan tinjauan langsung dan komitmen perbaikan.

Sekretaris Daerah Ugas Irwanto meninjau kejadian lokasi dan menilai situasi mendesak untuk ditangani. Ia menyebut ada hikmah karena sekolah masih bisa menampung siswa tanpa libur belajar.

Asesmen dilakukan segera, proses administrasi pengajuan rekonstruksi dipercepat. Kegiatan belajar sementara dipindah ke aula yang disekat hingga perbaikan selesai. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gegara Diputus Perteman, Dua Remaja Pria Bawah Umur Habisi Sabatnya Pelajar SMP Bandung Barat

15 Februari 2026 - 22:29 WIB

Solusi Pengangguran dari Prof Stella, Siapa Tahu Anda Cocok

15 Februari 2026 - 22:20 WIB

Segenting Itukah, Purbaya: Pilih Utang Naik 40 Persen atau Kembali ke Krisis 1998

15 Februari 2026 - 21:34 WIB

Indonesia Larang Wisata Tunggang Gajah, Mengapa Kuda Boleh?

15 Februari 2026 - 21:21 WIB

Ning Ita Nyadran di Makam Pekuncen: Merawat Tradisi Menyambut Ramadan

15 Februari 2026 - 20:09 WIB

Konflik Kemenkes Vs IDAI, Budi Sadikin Pecat Dokter Piprim Basarah sebagai ASN

15 Februari 2026 - 19:48 WIB

Menkopolkam RI Apresiasi Stabilitas Mojokerto, Ekonomi Tumbuh 6,5%

15 Februari 2026 - 18:03 WIB

Purbaya Akui Pertumbuhan Ekonomi 5% Tak Cukup Serap Tenaga Kerja Baru

15 Februari 2026 - 16:41 WIB

Diskon 50 Persen Tarif Bandara Selama Lebaran 2026, Tiket Akan Lebih Hemat

15 Februari 2026 - 16:26 WIB

Trending di Nasional