Menu

Mode Gelap

Headline

159 Siswa HKBP Sidikalang Dirawat di RSUD, Kepala BGN Sumut Tutup Sementara SPPG Pemasok

badge-check


					Sebanyak 159 siswa SMK HKBPB Sidikalang, Sumut, didiga kercaunan makanan pasokan SPPG setempat, Senin 9 Februari 2026. Foto: Instagram@dewo_suharyo Perbesar

Sebanyak 159 siswa SMK HKBPB Sidikalang, Sumut, didiga kercaunan makanan pasokan SPPG setempat, Senin 9 Februari 2026. Foto: Instagram@dewo_suharyo

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SIDIKALANG – Sebanyak 159 siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diduga keracunan massal usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (9 Februari 2026).

Gejala seperti mual, pusing, dan sakit perut mulai terasa malam harinya hingga Selasa pagi (10 Februari 2026), memaksa ratusan siswa dirawat di rumah sakit dengan infus.

Meski dugaan mengarah pada kontaminasi makanan, pihak berwenang masih menunggu hasil tes laboratorium untuk konfirmasi resmi.

Siswa menikmati MBG sekitar pukul 10.00-11.00 WIB, dengan tanda-tanda keracunan yang muncul belakangan. Laporan jumlah korban bervariasi, termasuk angka 102 dari beberapa sumber, tapi semuanya mendapat perawatan intensif berupa infus di fasilitas kesehatan terdekat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut, Agung Kurniawan, menjelaskan bahwa belum ada kepastian soal keracunan makanan karena analisis E. coli dari Labkesda Sumut masih proses.

Sebagai langkah pencegahan, BGN memsuspend operasi SPPG Sidikalang 3, pemasok MBG, mulai hari ini Rabu (11 Februari 2026).

Tim sedang uji sampel makanan, mengingat gejala timbul lebih dari 3-4 jam setelah makan—yang kurang tipikal untuk keracunan akut langsung.

Direktur RSUD Sidikalang, dr. Mey Sitanggang, membenarkan rumah sakitnya menambah 25 tempat tidur pada 10 Februari 2026 guna mengakomodasi banjir pasien dari kasus dugaan MBG ini.

Ia menghindari label keracunan secara eksplisit, seraya menyerahkan penentuan status medis pada otoritas terkait.

Hingga kini, belum ada pernyataan tegas dari Kadinkes Dairi (Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi) dalam laporan terbaru, meskipun Labkesda Sumut aktif memeriksa sampel terkait E. coli.

Kepala SMK HKBP Sidikalang, Melanton Sirait, mengakui kejadian ini dan menyebut awalnya hanya segelintir siswa yang mengadu mual serta perut tidak nyaman usai MBG Senin (9 Februari 2026).

Total 159 siswa akhirnya berobat ke RSUD karena kondisi memburuk drastis, sehingga langsung dirujuk. Sirait curiga ini akibat keracunan makanan, tapi tetap menanti hasil lab resmi.

Belum ada putusan final soal akar masalah dugaan keracunan MBG di SMK HKBP Sidikalang, Dairi, sebab hasil Labkesda Sumut atas tes E. coli belum keluar.

Masalah tertuju pada menu MBG berupa nasi putih, ayam gulai, tahu goreng, selada, serta timun yang berbau kurang enak dan tampak berlendir, dikonsumsi siswa pukul 10.00-11.00 WIB Senin (9/2/2026).

Gejala mencakup mual, sakit perut, pusing, sesak napas, dan diare yang datang malam hingga Selasa pagi—tidak persis seperti pola keracunan cepat dalam 3-4 jam.

Seorang guru menduga ada kontaminasi bakteri, sementara BGN belum tentukan sumber karena jeda gejala yang cukup panjang.

Kronologi

Senin, 9 Februari 2026
Pukul 10.00-11.00 WIB atau sekitar 12.30 WIB: Siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang di Dairi menghabiskan MBG nasi putih, ayam gulai, tahu goreng, selada, dan timun yang diduga bau tak sedap serta lengket berlendir.

Malam hari Senin, 9 Februari 2026
Gejala permulaan muncul pada siswa: mual, nyeri perut, pusing.

Selasa pagi, 10 Februari 2026
Kondisi parah dengan tambahan sesak napas dan diare; puncaknya 154-159 siswa kena dampak. Siswa dibawa ke RSUD Sidikalang (awalnya sekitar 10 orang), puskesmas, serta RS swasta; RSUD tambah 25 tempat tidur.

Selasa, 10 Februari 2026
Kepala Sekolah Melanton Sirait konfirmasi dugaan keracunan akibat MBG.
Kepala BGN Sumut Agung Kurniawan: belum yakin keracunan karena gejala telat >3-4 jam; sampel makanan dikirim Labkesda Sumut untuk uji E. coli; ungkapkan permohonan maaf dan tutup sementara SPPG Sidikalang 3 mulai Rabu.

Rabu, 11 Februari 2026 (sedang berlangsung)
Siswa tetap dapat infus di rumah sakit; hasil lab masih diantisipasi.  **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi pada 11–14 Februari 2026

11 Februari 2026 - 13:54 WIB

PO Sumber Selamat Hantam Minibus di Jalan Raya Gelagah Perak, Sopir Espass Terjepit Pingsan Luka Berat

11 Februari 2026 - 12:42 WIB

Panggilan Kedua Khofifah ke Pengadilan Tipikor, Cak Sholeh: Jika Tidak Hadir Lagi Lakukan Upaya Paksa

11 Februari 2026 - 12:00 WIB

Negara Rugi Rp 74,3 Miliar, Kajati Menahan Dji Lie Alianto Bos Distribusi Utama Semen Baturaja Sumsel

11 Februari 2026 - 10:15 WIB

Pemkab Lelang 5 Jabatan Eselon II, Sekda Agus Purnomo: Terbuka untuk ASN dari Luar Jombang

11 Februari 2026 - 09:46 WIB

Kadisperta M Rony: Panen Raya Mulai Pertengahan Maret, Optimistis Produksi Padi Jombang Meningkat

11 Februari 2026 - 09:41 WIB

Semeru dan Merapi Janjian Erupsi, Pantai Laut Selatan 3 Kali Gempa Sederet 10 Februari 2026

11 Februari 2026 - 09:13 WIB

Pandji Pragiwaksono Jalani Upacara Adat Toraja: Kena Denda Seekor Babi dan 5 Ekor Ayam

11 Februari 2026 - 00:15 WIB

Dua Pria Tersengat Listrik dan Terbakar, Saat Membersihkan Lantai II Apotek di Gondanglegi Malang

10 Februari 2026 - 23:46 WIB

Trending di News