Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono
KREDONEWS.COM, MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sebagai kunci menjaga kebersihan kota yang hanya seluas 20 km².
“Kota Mojokerto ini kecil, ayo kita jaga bersama. Mulai dari rumah, pilah sampah organik dan anorganik agar lingkungan tetap bersih,” ujarnya, Senin (9/2).
Ning Ita mencontohkan praktik di Jepang yang memilah belasan kategori sampah, namun di Mojokerto cukup 3–4 kategori.
Sampah organik bisa diolah jadi kompos, sementara anorganik bernilai ekonomi difasilitasi lewat kerja sama dengan Rekosistem.
Dengan begitu, hanya sampah anorganik tak bernilai yang masuk ke TPA.
Saat ini, Kota Mojokerto memiliki 30 depo sampah, 10 TPS, 3 TPS 3R, dan 1 TPA. Menurut Ning Ita, fasilitas tersebut sudah memadai untuk wilayah yang relatif kecil.
Selain pemilahan, ia juga mengimbau warga menghidupkan kembali budaya gotong royong kerja bakti serta berani menegur dengan cara baik jika ada yang membuang sampah sembarangan.
“Gotong royong bukan hanya membersihkan lingkungan, tapi juga menumbuhkan rasa memiliki,” pungkasnya.**






