Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Menkes: Setiap Dua Menit, Satu Orang Meninggal Karena Kanker

badge-check


					Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam acara Peringatan Hari Kanker Sedunia Tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. (Foto: RRI/Aditya Prabowo) Perbesar

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam acara Peringatan Hari Kanker Sedunia Tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. (Foto: RRI/Aditya Prabowo)

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM. JAKARTA-Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan ancaman kanker di Indonesia semakin serius. Ia membeberkan, setiap dua menit, terdapat satu orang Indonesia meninggal dunia akibat kanker.

“Hari ini kami meluncurkan Rencana Aksi Nasional penanggulangan kanker selama 10 tahun ke depan. Di mana fokus utamanya menekan angka kematian akibat kanker,” kata Menkesusai menghadiri Peringatan Hari Kanker Sedunia Tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

“Di Indonesia, dua menit saya ngomong, satu orang meninggal karena kanker. Sehingga ini merupakan suatu ancaman serius,” ujarnya, tegas.

Menurutnya, kanker bukan lagi penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Dengan kemajuan teknologi medis, peluang sembuh sangat besar jika penyakit terdeteksi sejak dini.

“Kanker itu bisa disembuhkan, sama seperti penyakit lain. Asalnya penting, deteksi dini. Kalau ketahuannya stadium satu, kemungkinan sembuhnya besar sekali,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemenkes menyediakan program cek kesehatan gratis yang telah diikuti sekitar 70 juta masyarakat. Namun, Budi menyampaikan partisipasi perempuan dalam skrining kanker payudara masih rendah.

“Dari sekitar 40 juta perempuan usia di atas 30 tahun yang berisiko, baru 4 juta orang yang menjalani pemeriksaan. Dari 400 ribu yang dirujuk ke rumah sakit, ditemukan 1.700 kasus yang berpotensi besar disembuhkan karena terdeteksi lebih awal,” katanya, menjelaskan.

Ketakutan dan rasa denial menjadi hambatan utama perempuan untuk melakukan skrining. Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat lebih rutin melakukan pemeriksaan agar kanker dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin.

“Banyak yang takut ketahuan sakit, padahal justru kalau ketahuannya cepat, sembuhnya besar. Kalau telat, itu yang sulit disembuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Fraksi Golkar, M. Sarmuji mengatakan, kanker merupakan penyakit terbesar kedua yang menyebabkan masyarakat Indonesia meninggal dunia. Ketua Fraksi Golkar ini mengingatkan, penting meningkatkan kewaspadaan, deteksi dini, dan pencegahan dini terhadap kanker.

“Harus meningkatkan kewaspadaan, deteksi dini, pencegahan dini terhadap penyakit kanker. Tenaga-tenaga kesehatan kita juga harus ditingkatkan kualifikasinya supaya penyakit kanker itu bisa diatasi di Indonesia,” kata Sarmuji.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fatwa MUI: Pria Haram Berpakaian Wanita dan Sebaliknya saat Rayakan 17 Agustus

11 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM, Sudah Ada UU

11 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Diskon Khusus Bus Trans Jatim di HUT RI ke-81

11 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

300 Ojol Kota Malang Antusias Sambut Pembebasan Tunggakan PKB

9 Agustus 2026 - 19:53 WIB

PPh 22 Ditunda, Tokopedia Refund Dana Pajak Penjual Paling Lambat 30 September

9 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Deposit Judol Saat Piala Dunia Tembus Rp 1,02 Triliun

9 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Trending di Nasional