Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Terjadi Kebocoran Gas HNO3 PT Vopak, Walikota Cilegon Ngamuk!

badge-check


					PT Vopak Indonesia mengamai kebocoran gas HNO3, menyebakan sebanyak 30 warga RT 01/RW 01 Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon mengalami sesak napas akibat paparan gas HNO3. Foto: Instagaram@inilahcom Perbesar

PT Vopak Indonesia mengamai kebocoran gas HNO3, menyebakan sebanyak 30 warga RT 01/RW 01 Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon mengalami sesak napas akibat paparan gas HNO3. Foto: Instagaram@inilahcom

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CILEGON – Sebanyak 30 warga di RT 01/RW 01 Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, provinsi Banten,  mengalami sesak napas akibat paparan gas HNO3 dari kebocoran PT Vopak Indonesia, Sabut, 31 Januari 2026.

Warga mengalami sesak napas akibat paparan gas ini. DLH Cilegon menyarankan tutup hidung dengan kain basah dan hindari area. Belum ada laporan spesifik jumlah warga yang dibawa ke rumah sakit.

Wali Kota Robinsar hanya menyebut adanya keluhan sesak napas dan meminta PT Vopak mendata korban untuk pemeriksaan kesehatan.

PT Vopak Indonesia di Cilegon, Banten, diduga mengalami kebocoran gas kimia pada Sabtu, 31 Januari 2026 siang, ditandai asap oranye pekat. Warga sekitar mengeluhkan sesak napas, pusing, mual, hingga muntah akibat menghirup asap tersebut.

Wali Kota Cilegon Robinsar menyayangkan lambatnya tanggapan manajemen perusahaan saat melakukan sidak ke lokasi.

Robinsar memerintahkan PT Vopak untuk segera mendata warga terdampak, memeriksa kesehatan mereka, dan menangani dampak lingkungan. Situasi dilaporkan sudah terkendali secara teknis, meski warga masih mengeluh sesak napas.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di PT Vopak Terminal Merak, Cikuasa Bawah, Kec. Pulomerak (atau Gerem, Kec. Grogol menurut sumber lain). Asap kuning kecokelatan/oranye mengepul, memicu kepanikan warga yang menyebar via grup WhatsApp.

PT Vopak Indonesia bergerak di bidang penyimpanan dan terminalisasi bahan kimia cair serta produk petrokimia di pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Merak (Cilegon), Jakarta, dan lainnya.

Perusahaan menyediakan fasilitas tangki untuk menyimpan bahan kimia industri seperti HNO3 (asam nitrat), petroleum products, biofuel, etanol, serta layanan blending, pengisian, dan distribusi via kapal, truk, atau pipa. Terminal Merak di Cilegon fokus pada bahan kimia cair berbahaya, menjadikannya pusat logistik kawasan Banten.

Respons Pemerintah

Wali Kota Cilegon Robinsar menyatakan situasi teknis sudah terkendali, tapi memerintahkan PT Vopak segera mendata dan periksa kesehatan warga terdampak. Belum ada laporan korban jiwa atau evakuasi massal.

Gas yang diduga bocor dari PT Vopak Indonesia di Cilegon adalah HNO3 (asam nitrat), bahan kimia berbahaya yang menghasilkan asap oranye pekat. Paparannya dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, sesak napas, pusing, mual, hingga kerusakan parah jika terhirup dalam konsentrasi tinggi.

HNO3 merupakan asam kuat yang korosif, berbentuk cairan tak berwarna hingga kekuningan, dan menghasilkan uap beracun berwarna oranye saat bereaksi dengan udara atau kelembaban. Di PT Vopak, disimpan dalam tangki timbun untuk keperluan industri kimia.

Belum ada pernyataan resmi atau respons langsung dari PT Vopak Indonesia terkait dugaan kebocoran gas HNO3 di Cilegon pada 31 Januari 2026.

Pemerintah daerah memprioritaskan pemantauan kesehatan warga terdampak dan koordinasi dengan perusahaan, tanpa indikasi penyelidikan pidana polisi. Tidak ada informasi penyitaan atau penangkapan terkait insiden ini.

Situasi teknis dilaporkan terkendali, dengan DLH Cilegon memantau dampak lingkungan. Tidak ada informasi evakuasi massal atau rawat inap resmi hingga kini.

Risiko

Paparan gas HNO3 (asam nitrat) berbahaya karena sifatnya yang korosif dan menghasilkan uap beracun berwarna oranye, terutama melalui inhalasi, kontak kulit, atau mata.

Menghirup uap HNO3 menyebabkan iritasi langsung pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru, memicu batuk, sesak napas, hingga edema paru (penumpukan cairan di paru). Konsentrasi tinggi berisiko pneumonia, bronkitis, atau gagal napas akibat kerusakan jaringan.

Kontak langsung menimbulkan luka bakar kimia parah, melepuh, kemerahan, hingga jaringan parut permanen; mata berisiko kebutaan. Jika tertelan, erosi pada mulut, kerongkongan, dan lambung menyebabkan muntah darah serta sakit perut hebat.

Tutup hidung/mulut dengan kain basah, pindah ke udara segar, bilas kulit/mata dengan air mengalir 15-20 menit, dan cari bantuan medis segera. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fatwa MUI: Pria Haram Berpakaian Wanita dan Sebaliknya saat Rayakan 17 Agustus

11 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM, Sudah Ada UU

11 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Diskon Khusus Bus Trans Jatim di HUT RI ke-81

11 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Trending di Nasional