Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kue keranjang merupakan makanan tradisional yang lekat dengan perayaan Tahun Baru Imlek dalam budaya masyarakat Tionghoa. Kue ini hampir selalu hadir sebagai sajian wajib saat menyambut pergantian tahun lunar.
Kue keranjang dikenal dengan nama nian gao yang memiliki makna filosofis mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Kata tersebut melambangkan harapan peningkatan rezeki, keberuntungan, serta kehidupan yang lebih baik setiap tahun.
Secara historis, kue keranjang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan berkaitan dengan tradisi agraris masyarakat Tiongkok kuno. Makanan ini awalnya dibuat sebagai persembahan kepada dewa dan leluhur menjelang pergantian tahun.
Dalam kepercayaan tradisional, kue keranjang juga digunakan dalam ritual penghormatan kepada Dewa Dapur. Persembahan tersebut dipercaya membawa laporan baik tentang keluarga kepada penguasa langit.
Tekstur kue keranjang yang lengket dan rasanya yang manis memiliki simbol tersendiri dalam budaya Imlek. Kelengketannya melambangkan eratnya hubungan keluarga, sementara rasa manis mencerminkan harapan hidup harmonis.
Di berbagai daerah, kue keranjang mengalami adaptasi dalam cara penyajian dan pengolahan. Selain dimakan langsung, kue ini sering diolah menjadi hidangan goreng atau campuran makanan lainnya.
Hingga kini, kue keranjang tetap dipertahankan sebagai simbol penting dalam perayaan Imlek. Kehadirannya mencerminkan kesinambungan tradisi, penghormatan budaya, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.***











