Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Makna dan Sejarah Kue Keranjang dalam Tradisi Imlek

badge-check


					Makna dan Sejarah Kue Keranjang dalam Tradisi Imlek Perbesar

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kue keranjang merupakan makanan tradisional yang lekat dengan perayaan Tahun Baru Imlek dalam budaya masyarakat Tionghoa. Kue ini hampir selalu hadir sebagai sajian wajib saat menyambut pergantian tahun lunar.

Kue keranjang dikenal dengan nama nian gao yang memiliki makna filosofis mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Kata tersebut melambangkan harapan peningkatan rezeki, keberuntungan, serta kehidupan yang lebih baik setiap tahun.

Secara historis, kue keranjang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan berkaitan dengan tradisi agraris masyarakat Tiongkok kuno. Makanan ini awalnya dibuat sebagai persembahan kepada dewa dan leluhur menjelang pergantian tahun.

Dalam kepercayaan tradisional, kue keranjang juga digunakan dalam ritual penghormatan kepada Dewa Dapur. Persembahan tersebut dipercaya membawa laporan baik tentang keluarga kepada penguasa langit.

Tekstur kue keranjang yang lengket dan rasanya yang manis memiliki simbol tersendiri dalam budaya Imlek. Kelengketannya melambangkan eratnya hubungan keluarga, sementara rasa manis mencerminkan harapan hidup harmonis.

Di berbagai daerah, kue keranjang mengalami adaptasi dalam cara penyajian dan pengolahan. Selain dimakan langsung, kue ini sering diolah menjadi hidangan goreng atau campuran makanan lainnya.

Hingga kini, kue keranjang tetap dipertahankan sebagai simbol penting dalam perayaan Imlek. Kehadirannya mencerminkan kesinambungan tradisi, penghormatan budaya, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Trending di Life Style