Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, CARACAS– Serangan Amerika Serikat ke Venezuela menandai babak baru yang k kian panas dalam hubungan Washington dan Caracas. Langkah militer ini tidak hanya mengguncang keamanan wilayah, tetapi juga memperlihatkan persaingan ekonomi dan politik yang makin terbuka di mata dunia.
Rencana Amerika Serikat: Fokus pada Minyak
Para pejabat AS mengisyaratkan bahwa operasi ini bukanlah serangan sesaat. Presiden Donald Trump bahkan membuka peluang keterlibatan lebih jauh. Ketika ditanya soal pengerahan tentara, ia menegaskan, “kami tidak takut dengan kehadiran pasukan di lapangan”.
Fokus utama Trump tampaknya mengarah pada sektor energi. Ia ingin perusahaan minyak AS masuk untuk memperbaiki fasilitas di sana “dan mulai menghasilkan uang bagi negara”. Rencananya sangat jelas:
* Mengambil Sumber Daya: Trump menyatakan, “kita akan mengambil sejumlah besar kekayaan dari tanah” untuk dibagikan kepada rakyat kedua negara.
* Balik Modal: Ia juga menekankan prinsip ganti rugi dengan berkata, “kita akan mendapatkan penggantian untuk semua yang telah kita keluarkan”, lalu menjual minyak tersebut ke pasar global.
Secara teknis, minyak kedua negara memang saling melengkapi. Venezuela punya cadangan terbesar dengan jenis minyak “berat dan asam” (cocok untuk solar/aspal), sedangkan AS memproduksi minyak “ringan dan manis” (untuk bensin). Hal ini membuat Venezuela sangat strategis bagi industri energi AS.
Respon Venezuela: Mempertahankan Kedaulatan
Pemerintah Venezuela melihat serangan ini dari sudut pandang berbeda. Bagi Caracas, ini adalah usaha merampas “sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineralnya”.
Mereka menilai tujuan akhirnya adalah untuk “mematahkan kemerdekaan politik negara secara paksa”.
Menghadapi tekanan ini, pemerintah
Venezuela mengambil langkah-langkah pertahanan:
* Keamanan & Informasi: Mengaktifkan sistem pertahanan nasional dan memperketat arus informasi, termasuk menyita alat komunikasi wartawan asing.
* Politik: Wakil Presiden Delcy Rodríguez membentuk tim dialog untuk membahas nasib Presiden Nicolás Maduro dan keamanan pangan.
* Hukum & Ekonomi: Menerapkan aturan darurat ekonomi dan hukum pidana berat bagi siapa saja yang mendukung blokade perdagangan.
Kini, dua tujuan besar saling berhadapan: Amerika Serikat yang ingin menjadikan Venezuela pusat energi globalnya, melawan pemerintah Venezuela yang berjuang menjaga kedaulatan dan sumber dayanya dari tekanan asing.**







