Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, SURABAYA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali memuncak setelah Washington melancarkan serangan dan menyampaikan klaim politik terkait pengelolaan transisi kekuasaan di negara Amerika Latin tersebut.
Di tengah situasi yang belum stabil, pertanyaan besar muncul mengenai siapa yang sebenarnya memegang kendali pemerintahan Venezuela saat ini.
Kendali kekuasaan di Venezuela kini berada di tangan Wakil Presiden Delcy Rodríguez, sosok yang dikenal sebagai bagian dari lingkaran inti Presiden Nicolás Maduro. Rodríguez ditunjuk sebagai presiden sementara setelah dilantik oleh Mahkamah Agung Venezuela.
Pada Sabtu, Rodríguez secara terbuka menuntut pembebasan Maduro dan menegaskan bahwa Maduro merupakan “satu-satunya presiden” yang sah. Pernyataan ini menegaskan bahwa loyalis Maduro tetap memegang kendali, meski Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan mengatur Venezuela hingga tercapai “transisi yang aman, tepat, dan bijaksana”.
Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai mekanisme pengelolaan Venezuela oleh AS atau pihak-pihak yang akan dilibatkan. Trump hanya menyebut bahwa langkah tersebut akan dilakukan melalui kerja “kelompok”.
Trump juga mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah melakukan komunikasi dengan Delcy Rodríguez. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Rodríguez menyatakan kesediaannya melakukan “apa pun yang diminta AS”. Klaim ini bertolak belakang dengan sikap Rodríguez yang secara terbuka menolak anggapan bahwa Venezuela akan menjadi “koloni sebuah kekaisaran”.
Dalam wawancara dengan CBS News Face the Nation pada Minggu, Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menilai sikap Venezuela berdasarkan tindakan nyata, bukan pernyataan publik semata. Ia menambahkan bahwa jika keputusan yang diambil tidak sesuai, AS akan menggunakan berbagai pengaruh untuk melindungi kepentingannya.
Sementara itu, Trump juga meragukan kapasitas pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado. Menurutnya, Machado tidak memiliki dukungan dan penghormatan yang cukup di dalam negeri untuk memimpin Venezuela.
Sebelumnya, Machado mendorong Edmundo González untuk mengambil alih kekuasaan. Ia aktif menggalang dukungan bagi González dalam pemilihan presiden 2024, dengan hasil penghitungan suara internal partainya menunjukkan González meraih kemenangan telak.
María Corina Machado adalah tokoh oposisi Venezuela yang dikenal sebagai aktivis demokrasi dan penerima Nobel Perdamaian 2025. Ia menjadi salah satu figur paling menonjol dalam perjuangan melawan rezim Nicolás Maduro dan kini sering disebut sebagai kandidat kuat dalam transisi politik Venezuela.***







