Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Kemenko PM: Miskin Ekstrem Pasti Kerja, 300 Orang Diserap di 7 SPPG Jombang

badge-check


					Pembukaan Kegiatan pembukaan SPPG di Ngoro Jombang, Selasa, 30 Desember 2025. SPPG menyerap sebanyak 300 orang pekerja. Goto: kredonews.com/ elok apriyanto Perbesar

Pembukaan Kegiatan pembukaan SPPG di Ngoro Jombang, Selasa, 30 Desember 2025. SPPG menyerap sebanyak 300 orang pekerja. Goto: kredonews.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) resmi meluncurkan program Miskin Ekstrem Pasti Kerja di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Program percontohan nasional ini menyasar keluarga miskin ekstrem dengan skema pelatihan singkat yang langsung diikuti penempatan kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Peluncuran atau kick off piloting program Miskin Ekstrem Pasti Kerja digelar di Dapur SPPG Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Program ini merupakan implementasi langsung dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Kabupaten Jombang dipilih sebagai lokasi rintisan pertama di Indonesia karena dinilai memiliki komitmen kuat serta ekosistem pemberdayaan masyarakat yang siap berjalan.

Pemerintah menilai Jombang mampu menjadi model nasional dalam program pengentasan kemiskinan berbasis kerja produktif.

Mewakili Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin), Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Nunung Nuryartono, menegaskan bahwa pemerintah kini beralih pada strategi pemberdayaan yang mandiri dan berkelanjutan.

Menurutnya, program Miskin Ekstrem Pasti Kerja memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar berorientasi pada pemberdayaan.

Masyarakat miskin ekstrem tidak hanya menerima bantuan, tetapi diberikan pelatihan intensif yang langsung diikuti penempatan kerja sebagai tenaga operasional di unit-unit SPPG.

Secara nasional, Kemenko PM memproyeksikan program ini mampu menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja sepanjang periode 2025–2026 melalui SPPG yang tersebar di berbagai daerah.

Khusus di Kabupaten Jombang, sebanyak 300 warga miskin ekstrem telah mengikuti pelatihan dan siap bekerja dengan estimasi penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan.

“Dari Jombang kita buktikan kemiskinan ekstrem bisa dihentikan. Dengan pendapatan tetap, stabilitas ekonomi keluarga terjaga dan daya beli masyarakat meningkat di tengah naiknya biaya hidup,” ujar Nunung, Selasa 30 Desember 2025.

Ia juga mengapresiasi terbentuknya ekosistem lokal di Jombang. Seluruh kebutuhan bahan baku SPPG dipasok dari petani dan pedagang lokal di sekitar wilayah operasional, sehingga mendorong perputaran ekonomi kerakyatan dan menggerakkan usaha mikro kecil secara masif.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenko PM menyampaikan empat arahan strategis kepada pemerintah daerah, yakni menjadikan sekolah dan madrasah sebagai pusat pembentukan karakter mandiri, memfasilitasi sertifikasi bagi masyarakat usia produktif, memastikan keluarga miskin terserap di unit SPPG, serta meningkatkan akurasi data sosial ekonomi agar program tepat sasaran.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu memberdayakan rakyatnya. Jombang menunjukkan sinergi luar biasa, dan model ini akan kami replikasi ke berbagai daerah,” tegas Nunung.

Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Salmanudin, mewakili Bupati Jombang Warsubi, menyambut positif program strategis tersebut. Ia menilai program ini membuka jalan nyata bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

“Di Jombang, program ini menyasar 300 penerima manfaat yang akan ditempatkan di tujuh SPPG di Kecamatan Bareng, Diwek, Ngoro, dan Jombang,” jelas Salmanudin.

Wakil Bupati berpesan agar peserta pelatihan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

Pemerintah Kabupaten Jombang, kata dia, berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mencapai target kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026.

Kegiatan ditandai dengan penyerahan sertifikat pelatihan secara simbolis, penyerahan sertifikat individu, serta simbolisasi penyerapan tenaga kerja ke pengelola SPPG.

SPPG Jombang Ngoro Badang tercatat menyerap 60 tenaga kerja, sementara SPPG Jombang Bareng Banjaragung menyerap 50 tenaga kerja dari keluarga miskin ekstrem.

Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 8 Januari 2026. Dengan dimulainya piloting program di Jombang, pemerintah optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Trending di Nasional