Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, SURABAYA-
“Pasien diabetes, dengerin aku ya.”
Kisah ini datang dari dr. Ema Surya Pertiwi tentang ibunya yang akhirnya pulih setelah bertahun-tahun berjuang melawan diabetes.
Awal Mula
“Mamaku kena diabetes dari tahun 2009.” .Sejak diagnosis itu, kebiasaan makan manis menjadi sumber konflik dalam keluarga.
“Dan saat itu aku masih SMA.”
Setiap teguran sering berujung pertengkaran dan rasa frustasi yang mendalam.
Momen Patah Hati
“Sampai akhirnya tubuhnya yang terkena retinopati diabetik, PAD, sampai kena struk.” Melihat komplikasi itu membuat dr. Ema menyadari bahwa pendekatan medis saja tidak cukup.
Perubahan yang Membawa Kesembuhan
“Aku sadar, ada satu hal yang aku lupa.”
Perubahan terjadi ketika keluarga mulai memahami bahwa kecanduan manis juga bisa menjadi pelarian emosional.

“Makan manis itu meningkatkan dopamin dan serotonin, hormon kebahagiaan pada tubuh.”
Dengan dukungan psikologis dan latihan regulasi emosi, kebiasaan lama perlahan tergantikan oleh pola hidup sehat.
Hasil dan Syukur
“Oleh dokter spesialis penyakit dalam, mamaku sudah 2009 diabetes, 16 tahun, mengkonsumsi glukopah, metformin, insulin, setiap hari.” katanya, yang ia unggah di IG Pribadinya tiga hari lalu
Setelah kadar gula terkontrol dan evaluasi medis, dokter mengizinkan penghentian obat-obatan secara bertahap. “Dan aku mengucapkan terima kasih, sekali terima kasih.”
dr. Ema menutup cerita ini dengan rasa syukur kepada ibunya dan pelajaran bahwa penyembuhan sering kali membutuhkan perhatian pada tubuh sekaligus hati.***











