Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Kisah Nyata: 16 Tahun Diabetes Akhirnya Pulih, Ini Kunci Suksesnya

badge-check


					Kisah Nyata: 16 Tahun Diabetes  Akhirnya Pulih, Ini Kunci Suksesnya Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga 

KREDONEWS.COM, SURABAYA-
“Pasien diabetes, dengerin aku ya.”
Kisah ini datang dari dr. Ema Surya Pertiwi tentang ibunya yang akhirnya pulih setelah bertahun-tahun berjuang melawan diabetes.

Awal Mula

“Mamaku kena diabetes dari tahun 2009.” .Sejak diagnosis itu, kebiasaan makan manis menjadi sumber konflik dalam keluarga.

“Dan saat itu aku masih SMA.”
Setiap teguran sering berujung pertengkaran dan rasa frustasi yang mendalam.

Momen Patah Hati

“Sampai akhirnya tubuhnya yang terkena retinopati diabetik, PAD, sampai kena struk.” Melihat komplikasi itu membuat dr. Ema menyadari bahwa pendekatan medis saja tidak cukup.

Perubahan yang Membawa Kesembuhan

“Aku sadar, ada satu hal yang aku lupa.”
Perubahan terjadi ketika keluarga mulai memahami bahwa kecanduan manis juga bisa menjadi pelarian emosional.

“Makan manis itu meningkatkan dopamin dan serotonin, hormon kebahagiaan pada tubuh.”

Dengan dukungan psikologis dan latihan regulasi emosi, kebiasaan lama perlahan tergantikan oleh pola hidup sehat.

Hasil dan Syukur

“Oleh dokter spesialis penyakit dalam, mamaku sudah 2009 diabetes, 16 tahun, mengkonsumsi glukopah, metformin, insulin, setiap hari.” katanya, yang ia unggah di IG Pribadinya tiga hari lalu

Setelah kadar gula terkontrol dan evaluasi medis, dokter mengizinkan penghentian obat-obatan secara bertahap. “Dan aku mengucapkan terima kasih, sekali terima kasih.”

dr. Ema menutup cerita ini dengan rasa syukur kepada ibunya dan pelajaran bahwa penyembuhan sering kali membutuhkan perhatian pada tubuh sekaligus hati.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Trending di Life Style