Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Doktor Monica Sebut Sangat Boleh Makan Lemak, Soroti Akar Masalah Kegemukan

badge-check


					Doktor Monica (kanan) Perbesar

Doktor Monica (kanan)

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Dokter Monica, asosiat profesor peneliti di Universitas Maranatha, membagikan pandangannya terkait pola makan dan kesehatan melalui unggahan di Instagram Permadi Arya pada 28 Desember 2025.

Ia menilai selama ini masyarakat menerima informasi yang keliru soal lemak dan gula.

“Jadi selama ini kita mendapatkan informasi yang salah mengenai lemak dan gula. Ya, selama ini kita diajarin untuk jangan makan lemak,” ujarnya.

Menurutnya, lemak kerap disalahkan sebagai penyebab berbagai penyakit, mulai dari kegemukan hingga penyakit jantung dan stroke.

Padahal, ia menegaskan akar masalahnya justru berasal dari gula. “Jadi yang menyebabkan itu semua adalah Gula, mas. Gula itu merupakan akar segala masalah tadi,” kata Monica.

Konsumsi gula berlebih disebut memicu kegemukan, diabetes, peradangan pembuluh darah, penyakit jantung koroner, hingga stroke.

Ia menambahkan, “Semuanya gara-gara gula termasuk soal kegemukan. Jadi yang bikin gendut selama ini bukan lemak melainkan gula.”

Dalam penjelasannya, Monica membandingkan pola makan manusia modern dengan nenek moyang yang selama ribuan tahun hidup sebagai pemburu dan mengandalkan daging sebagai sumber energi utama.

“Jadi konsumsi daging, konsumsi lemak itu yang dirubah jadi energi, mas,” jelasnya. Namun di era sekarang, saat lemak dan gula dikonsumsi bersamaan, tubuh justru menggunakan gula sebagai energi dan menyimpan lemak sebagai cadangan di perut dan pinggul.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menghentikan konsumsi gula bagi yang ingin hidup lebih sehat dan langsing. Selain gula, Monica juga mengingatkan bahaya karbohidrat olahan.

Karbohidrat seperti nasi, mi, dan roti disebut akan diubah tubuh menjadi gula. “Jadi makan nasi sama dengan makan gula. Literally, yes tidak ada bedanya,” ujarnya.

Sebagai solusi, ia menyarankan kembali ke makanan alami. “Jadi makanan yang harus dimakan, adalah makan semua makanan yang sudah Tuhan ciptakan dan berikan kepada kita,” katanya, seperti daging dan sayuran segar. Ia juga mengingatkan agar menghindari makanan olahan dan kemasan.

“Kalau pengen sehat, umur panjang, dan langsing, kuncinya adalah makan makanan yang diciptakan Tuhan,” tutup Monica, seraya menegaskan pilihan pada daging dan sayur segar sebagai dasar pola makan sehat.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Trending di Life Style