Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Jejak Gergaji Mesin Ditemukan, Satgas Gabungan Selidiki Kayu Gelondongan di Banjir Sumatra

badge-check


					Penampakan ribuan kayu gelondongan yang terseret arus dari hulu ke hilir di bencana banjir Sumatra (Foto: Instagram/@infobandaaceh) Perbesar

Penampakan ribuan kayu gelondongan yang terseret arus dari hulu ke hilir di bencana banjir Sumatra (Foto: Instagram/@infobandaaceh)

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjelaskan kayu gelondongan di lokasi banjir Sumatra terdiri dari banyak jenis pohon. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Krisdianto.

Ia menjelaskan kayu tersebut tidak berasal dari satu jenis saja. Hasil penelitian tersebut merupakan bagian identifikasi di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Ada jenis Mempisang dari kelompok rimba campuran, Tanjung dari kelompok kayu indah 2, Simpur dari kelompok rimba campuran. Pasang dari kelompok kayu indah 2, Nyatoh dari kelompok kayu komersial 1, dan batang sawit,” katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu (6/12/2025).

Kelompok kayu komersial, kayu rimba campuran, dan kayu indah merupakan klasifikasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 163/Kpts-II/2003. Klasifikasi itu dibuat berdasarkan pengenaan iuran kehutanan.

Lantas jenis kayu seperti apakah yang ditemukan saat banjir bandang Sumatra? Berikut adalah rinciannya.

Penampakan ribuan kayu gelondongan yang terseret arus dari hulu ke hilir di bencana banjir Sumatra (Foto: Instagram/@infobandaaceh)

KBRN, Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjelaskan kayu gelondongan di lokasi banjir Sumatra terdiri dari banyak jenis pohon. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Krisdianto.

Ia menjelaskan kayu tersebut tidak berasal dari satu jenis saja. Hasil penelitian tersebut merupakan bagian identifikasi di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Ada jenis Mempisang dari kelompok rimba campuran, Tanjung dari kelompok kayu indah 2, Simpur dari kelompok rimba campuran. Pasang dari kelompok kayu indah 2, Nyatoh dari kelompok kayu komersial 1, dan batang sawit,” katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu (6/12/2025).

Kelompok kayu komersial, kayu rimba campuran, dan kayu indah merupakan klasifikasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 163/Kpts-II/2003. Klasifikasi itu dibuat berdasarkan pengenaan iuran kehutanan.

Lantas jenis kayu seperti apakah yang ditemukan saat banjir bandang Sumatra? Berikut adalah rinciannya.
Advertisement

1. Kelompok jenis meranti/kelompok komersial 1

2. Kelompok jenis kayu rimba campuran/kelompok komersial 2

3. Kelompok jenis kayu eboni/kelompok indah 1

4. Kelompok jenis kayu indah/kelompok indah 2

Penampakan ribuan kayu gelondongan yang terseret arus dari hulu ke hilir di bencana banjir Sumatra (Foto: Instagram/@infobandaaceh)

KBRN, Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjelaskan kayu gelondongan di lokasi banjir Sumatra terdiri dari banyak jenis pohon. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Krisdianto.

Ia menjelaskan kayu tersebut tidak berasal dari satu jenis saja. Hasil penelitian tersebut merupakan bagian identifikasi di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Ada jenis Mempisang dari kelompok rimba campuran, Tanjung dari kelompok kayu indah 2, Simpur dari kelompok rimba campuran. Pasang dari kelompok kayu indah 2, Nyatoh dari kelompok kayu komersial 1, dan batang sawit,” katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu (6/12/2025).

Kelompok kayu komersial, kayu rimba campuran, dan kayu indah merupakan klasifikasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 163/Kpts-II/2003. Klasifikasi itu dibuat berdasarkan pengenaan iuran kehutanan.

Lantas jenis kayu seperti apakah yang ditemukan saat banjir bandang Sumatra? Berikut adalah rinciannya.
Advertisement

1. Kelompok jenis meranti/kelompok komersial 1

2. Kelompok jenis kayu rimba campuran/kelompok komersial 2

3. Kelompok jenis kayu eboni/kelompok indah 1

4. Kelompok jenis kayu indah/kelompok indah 2
Advertisement

Lebih lanjut, ia mencoba menjelaskan asal usul kayu gelondongan yang ditemukan di banjir Sumatra. “Kami belum bisa menjawab, karena harus melakukan pengecekan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pemerintah memanfaatkan alat identifikasi kayu otomatis atau AIKO untuk memastikan identitas kayu-kayu itu. “AIKO hanya alat bantu, yang paling berperan petugas di lapangan yang paham jenis kayu,” ujarnya, lagi.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut adanya jejak gergaji mesin di kayu-kayu gelondongan ini. Untuk menyelidiki kayu-kayu gelondongan di banjir Sumatra, polisi berkolaborasi dengan Kemenhut dalam Satuan Tugas (Satgas) Gabungan.

“Tim sedang turun, nanti bersama-sama dengan tim dari Kehutanan untuk menyusuri dari daerah aliran sungai. Khususnya yang terdampak sampai tarik ke hulu dan hilirnya,” ucapnya. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Paradoks Durian RI: Menang Berat Buah, Keok Nilai Rupiah

28 September 2026 - 19:08 WIB

Gerbang Ekspor Terbuka, Durian Indonesia Siap Menjadi Kekuatan Baru di Pasar China

28 September 2026 - 18:56 WIB

Subsidi LPG 3 Kg Tahun 2027 Dipangkas Jadi Rp 103,05 Triliun, Volume Penyaluran Turun

28 September 2026 - 18:44 WIB

Kejar Target FLPP, Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi

27 September 2026 - 19:29 WIB

Beban Kontraktor Bertambah, Harga Semen dan Besi Beton di Jatim Terus Menanjak

27 September 2026 - 18:50 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Beras Masih di Atas HET, Cabai Naik

27 September 2026 - 18:38 WIB

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Trending di Nasional