Menu

Mode Gelap

Internasional

Hari AIDS Sedunia 2025: Menghadapi disrupsi, Mengubah Respons Terhadap AIDS

badge-check


					CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82? Perbesar

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, KREDONEWS.COM– Hari AIDS Sedunia 2025, yang jatuh pada 1 Desember, menjadi peringatan penting di tengah krisis pendanaan global.

Pemangkasan dana dari donor internasional melemahkan layanan pencegahan HIV dan mengancam capaian puluhan tahun.

Layanan berbasis komunitas yang vital bagi kelompok rentan mulai terpinggirkan, sementara hukum diskriminatif memperburuk akses terhadap layanan kesehatan.

“Inilah masa krisis, dan dunia harus memilih perubahan, bukan mundur,” ujar Ms. Byanyima.

Tantangan yang Dihadapi:

– Krisis pendanaan berpotensi menghapus kemajuan puluhan tahun.
– Layanan pencegahan HIV terganggu berat.
– Hambatan hukum terhadap LGBTQ+ dan pengguna narkotika memperburuk keadaan.
– Target SDG 2030 untuk mengakhiri epidemi AIDS terancam.

“Kita masih dapat mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030—asal kita bergerak cepat, bersatu, dan berkomitmen kuat.”

Solusi Transformasional:

Menurut laporan Global AIDS Update 2025:
– Negara perlu melakukan perubahan drastis dalam program dan pendanaan HIV.
– Komunitas internasional harus menutup kesenjangan pembiayaan.
– Kepemimpinan politik diperlukan untuk mengatasi ketimpangan struktural.
– Pendekatan berbasis hak asasi manusia harus diperkuat.

“Masih ada waktu untuk mengubah krisis ini menjadi peluang,” kata Ms. Byanyima.

Capaian dan Harapan:

Hingga Desember 2024, tujuh negara Afrika (Botswana, Eswatini, Lesotho, Namibia, Rwanda, Zambia, Zimbabwe) telah mencapai target 95-95-95:

– 95% ODHA mengetahui statusnya
– 95% menjalani pengobatan
– 95% mencapai supresi viral

Selain itu, hadir inovasi baru seperti PrEP suntik kerja panjang dan obat Lenacapavir yang menunjukkan efektivitas hampir sempurna, meski tantangan harga dan akses masih besar.

Seruan untuk Solidaritas

UNAIDS menegaskan bahwa setiap dolar investasi bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memperkuat sistem kesehatan dan pembangunan.

Sejak epidemi dimulai, 26,9 juta kematian berhasil dicegah dan 4,4 juta anak terlindungi dari penularan HIV dari ibu ke anak.

“Bersama, kita masih bisa mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan pada 2030 jika kita bertindak cepat, bersatu, dan tidak goyah.”

Tentang UNAIDS

UNAIDS memimpin dunia untuk mencapai tiga target utama:
– Nol infeksi HIV baru
– Nol diskriminasi
– Nol kematian terkait AIDS

UNAIDS mengoordinasikan kerja 11 organisasi PBB dan mitra global untuk mengakhiri epidemi AIDS sesuai SDGs 2030.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

PMI di Singapura Gelar Lomba Fashion Show Sambut Hari Kartini 2026

15 April 2026 - 15:14 WIB

Trump Serang Paus Leo XIV, Sebut Lemah dan Berutang Posisi Kepadanya

13 April 2026 - 16:46 WIB

Trending di Internasional