Menu

Mode Gelap

Headline

Korupsi Rp 16,6 Miliar, Kejaksaan Enrekang Menahan Empat Mantan Pengurus BAZNAS

badge-check


					Kejaksaan Negeri kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatang, remi menahan empat tersagka ketua dan tiga komisioner BAZNA Enerekang, Kamis 27 November 2025. Foto: storykejaksaan.go.id Perbesar

Kejaksaan Negeri kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatang, remi menahan empat tersagka ketua dan tiga komisioner BAZNA Enerekang, Kamis 27 November 2025. Foto: storykejaksaan.go.id

Penulis: Mulawarman   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, ENREKANG-  Kejaksaan Negeri Enrekang, Sulawesi Selatan,  resmi menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dan penyaluran dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) di Baznas Kabupaten Enrekang. Kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp16,65 miliar.

Demikian Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Enrekang, Andi Fajar Anugrah Setiawan, memberikan keterangan resmi terkait penetapan empat tersangka kasus korupsi dana ZIS Baznas Enrekang pada 27 November 2025.

Keempat tersangka tersebut terdiri dari satu mantan Ketua Baznas dan tiga komisioner Baznas Enrekang periode 2021-2024.

Modus operandi para tersangka adalah menyalurkan dana ZIS kepada lembaga yang tidak sesuai ketentuan serta menarik uang ZIS dari pihak yang sebenarnya tidak wajib membayar pajak. Keempat tersangka kemudian ditahan di Rutan Kelas IIb Enrekang selama 20 hari mulai 27 November 2025.​

Identitas Tersangka
  • Syawal Sitonda, mantan Ketua Baznas Kabupaten Enrekang periode Maret 2021 – Juni 2021

  • Baharuddin, Komisioner Baznas Kabupaten Enrekang periode 2021-2024

  • Kadir Lesang, Komisioner Baznas Kabupaten Enrekang periode 2021-2024

  • Kaharuddin, Komisioner Baznas Kabupaten Enrekang periode 2021-2024

Syawal Sitonda juga dikenal sebagai akademisi dan rektor universitas, namun dalam kasus ini ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Ketua Baznas Enrekang, bukan sebagai rektor.

Kasus korupsi dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Baznas Kabupaten Enrekang terjadi selama periode 2021-2024.

Penyimpangan diduga dilakukan oleh mantan Ketua Baznas dan tiga komisioner secara terstruktur, menyebabkan kerugian negara Rp16,65 miliar. Kejaksaan Negeri Enrekang melakukan penyidikan setelah menemukan bukti permulaan yang cukup.​

Para tersangka menyalurkan dana ZIS ke lembaga yang tidak sesuai ketentuan dan tidak berhak menerima bantuan.

Mereka juga memotong dana ZIS dari pihak mustahik (penerima zakat) yang seharusnya bebas kewajiban zakat, serta melakukan verifikasi administrasi dan pertanggungjawaban fiktif.

Selain itu, dana amil zakat disalahgunakan untuk operasional pegawai melebihi batas syariah, termasuk pembuatan laporan kegiatan palsu.​

Pada 27 November 2025, Kejari Enrekang menetapkan empat tersangka melalui surat perintah resmi: Syawal Sitonda (mantan Ketua, Maret-Juni 2021), Baharuddin, Kadir Lesang, dan Kaharuddin (komisioner 2021-2024).

Penetapan dilakukan setelah pemeriksaan lanjutan hingga malam hari. Keempatnya langsung ditahan di Rutan Kelas IIb Enrekang selama 20 hari untuk mencegah penguatan keterangan.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pabrik Pengolahan Serbuk Kayu Terbakar di Mojowarno, Kerugian Mencapai Rp350 Juta

31 Mei 2026 - 21:13 WIB

Puncak Peringatan Waisak 2026 di Candi Borobudur Gaungkan Cinta Perdamaian Dunia

31 Mei 2026 - 20:38 WIB

Indonesia Sedang Demam Veronika, Karya Verry Klau dari Malaka NTT

31 Mei 2026 - 20:38 WIB

Menelisik Akar Terorisne (10): Kaum Anabaptist dan Terror Millennium

31 Mei 2026 - 10:23 WIB

PBB Masukkan Israel Daftar Hitam, Kasus Kejahatan Seksual di Kawasan Konflik

30 Mei 2026 - 19:38 WIB

13 Tahun Berturut Turut Pemkab Jombang Raih Opini WTP Pemeriksaan Keuangan

30 Mei 2026 - 08:31 WIB

Rp27 Triliun dari Kurban, Distribusi Daging Masih Belum Merata

29 Mei 2026 - 21:41 WIB

Surabaya–Jember Terkoneksi Udara, Wings Air Resmi Buka Rute Baru

29 Mei 2026 - 21:19 WIB

Sukseskan SE 2026, Pemkab Jombang Gembleng 1.217 Tenaga Sensus Selama 15 Hari

29 Mei 2026 - 19:50 WIB

Trending di News