Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Atap SDN 1 Plosogenuk Ambrol, Siswa Belajar di Tempat Parkir Saat Hujan Bubar

badge-check


					Menunggu rehabilitasi kelas yang ambrok akibat bangunan sudah lapuk, sekitar 120 siswa SDN 1 Plosogenuk, Jombang, harus belajar di tempat parkir sepeda. Jika hujan, pelajaran jadi buyar. Mereka harus berteduh ke tempat yang masih bisa untuk beretdu. Pemkak Jombang sudah menggelontorkan dana Rp 225 juta untuk rehabilitasi, baru selesai bulan Desember. Foto: Instagram@jombanginformasi_ Perbesar

Menunggu rehabilitasi kelas yang ambrok akibat bangunan sudah lapuk, sekitar 120 siswa SDN 1 Plosogenuk, Jombang, harus belajar di tempat parkir sepeda. Jika hujan, pelajaran jadi buyar. Mereka harus berteduh ke tempat yang masih bisa untuk beretdu. Pemkak Jombang sudah menggelontorkan dana Rp 225 juta untuk rehabilitasi, baru selesai bulan Desember. Foto: Instagram@jombanginformasi_

Penulis: Arief Hendro Soesatyo   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Sudah tiga bulan ini, sekitar 120  siswa SD Negeri Plosogenuk 1 di Kecamatan Perak, Jombang, yang dipindahkan belajar ke tempat parkir bertambah dari sebelumnya satu kelas kini menjadi dua kelas.

Persoalannya sekarang ini musim penghujan, tempat parker sepeda yang bangunannya semipermanen, tidak mampu menahan derasnya hujan. Saat hujan tiba pun, proses belajar menjadi terganggu. Itulah keluhan siswa dan guru pengajar di sekolah itu.

Awalnya, hanya 19 siswa kelas 4 yang belajar di tempat parkir, namun kini juga siswa kelas 5 sebanyak 30 siswa ikut dipindahkan ke tempat parkir karena atap ruang kelas yang rusak dan dikhawatirkan ambruk.

Tempat belajar darurat ini menggunakan dua lokasi parkir, yaitu tempat parkir kendaraan guru dan parkir sepeda siswa. Kondisi kelas-kelas yang rusak termasuk atap yang bergelombang dan bahan kerangka kayu yang sudah lapuk membuat relokasi ke tempat parkir dinilai lebih aman untuk siswa.

Selain itu, kelas 1 dan 3 juga sudah dipindahkan ke ruang UKS dan perpustakaan masing-masing sejak sekitar satu tahun lalu karena kerusakan parah atap dan plafon.

Sekolah dengan total 157 siswa ini hanya kelas 2 dan 6 yang masih belajar di ruang kelas yang layak, sementara ruang kelas 1, 3, 4, dan 5 sudah kosong atau digunakan tempat darurat.

Kerusakan ini dipicu oleh bangunan sekolah yang sudah tua dan terakhir direhabilitasi tahun 2005, dan masalah ini telah diajukan untuk perbaikan ke pemerintah daerah Jombang sejak 2024.​

Atap sekolah SD Negeri Plosogenuk 1 mulai ambrol pada Juni 2025, ketika sebagian atap ruang kelas 1 sudah ambruk dan gentingnya berjatuhan hingga menjebol hampir separuh plafon ruangan.
Kerusakan ini sudah tampak parah sejak tahun 2024, awalnya hanya plafon yang ambrol dan kemudian memburuk hingga atap gedung ikut ambrol.
Kondisi ini menyebabkan siswa dari beberapa kelas dipindahkan belajar di tempat parkir sekolah sebagai tempat yang lebih aman.
Perbaikan dan rehabilitasi atap sekolah telah diajukan ke pemerintah daerah sejak 2024, dan pada November 2025 sudah mulai ada aktivitas perbaikan di beberapa ruang kelas yang rusak.​
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Dra. Wor Windari, M.Si., bereaksi cepat dengan meninjau langsung kondisi kerusakan berat SD Negeri Plosogenuk 1 pada 6 November 2025.
Ia menegaskan bahwa penanganan kerusakan ini menjadi prioritas pemerintah daerah dan memastikan proses rehabilitasi segera dilakukan agar siswa bisa belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman.
Rehabilitasi gedung SD Negeri Plosogenuk 1 di Jombang sudah mulai berjalan sejak minggu kedua November 2025. Perbaikan difokuskan pada empat ruang kelas yang mengalami kerusakan parah, yaitu ruang kelas 1, 3, 4, dan 5, dengan anggaran sekitar Rp 225 juta dari belanja tak terduga.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Wor Windari, memastikan proses rehabilitasi ini dipercepat agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal di ruang kelas yang aman dan nyaman. Jadwal rehabilitasi direncanakan berlangsung mulai minggu kedua November hingga akhir Desember 2025.
Rehabilitasi gedung kelas SD Negeri Plosogenuk 1 di Jombang belum selesai per November 2025. Perbaikan baru mulai dilakukan pada minggu kedua November 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember 2025 dengan fokus pada empat ruang kelas yang rusak parah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang memastikan bahwa proses rehabilitasi sedang berjalan dan menjadi prioritas, namun belum rampung saat ini. Siswa masih belajar di tempat darurat sambil menunggu selesainya proses perbaikan gedung kelas tersebut.​ **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gagal di MK, Denny dan Refly Harun Bawa Pemakzulan Gibran ke Gedung DPR-MR RI

7 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Pikup Terbakar di Peterongan Jombang, Pengemudi Alami Luka Serius Buah Dagangan Ludes

6 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Mendag Ungkap Penyebab Harga Kedelai Mahal

6 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Menanti Kehadiran Nusron Wahid di Meja Saksi KPK Pekan Ini

6 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Sepanjang 2026 Semeru Catatkan Letusan ke-1924, Termasuk Hari Ini

6 Oktober 2026 - 20:42 WIB

5 Orang Luka, 41 Bangunan dan 12 Kendaraan Rusak, Ledakan di Resto Nasi Tempong Pakuwon City

6 Oktober 2026 - 11:54 WIB

MTs Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang Kebakaran, Ruang 8 X 20 M Produksi Air Kemasan Ludes

5 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Tarif Listrik Q4 2026 Akan Ada Penyesuaian? Ini Kata Bahlil

5 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Cabai Mahal dan Harga Ayam Hidup Anjlok, Begini Jawaban Mentan

5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Trending di Nasional