Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Wali Kota Mojokerto blusukan ke Los Jahit Pasar Tanjung dan Sigma Food

badge-check


					Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan sambang di UMKM Sigma pada Jumat (26/9). dok.humas Perbesar

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan sambang di UMKM Sigma pada Jumat (26/9). dok.humas

Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KOTA MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan sambang pada Jumat (26/9).

Kali ini menyapa para penjahit di Los Jahit Pasar Tanjung sekaligus meninjau Sigma, produsen olahan frozen food berbahan dasar singkong.

Di Los Jahit Pasar Tanjung, ada 20 penjahit yang buka setiap hari dari pagi sampai sore.

“Silakan datang ke los jahit Pasar Tanjung, mereka akan melayani dengan baik. Ada 20 penjahit siap membantu semua jenis pemotongan baju. Ayo cepat datang,” ajak Ning Ita panggilan akrab Walikota.

Ismail, salah satu penjahit di Pasar Tanjung, menceritakan bahwa dirinya sudah menjalankan usaha di sana sejak tahun 1996.

Dia menjelaskan bahwa biaya untuk memperbaiki pakaian mulai dari Rp10 ribu, sedangkan untuk menjahit pakaian baru harganya mulai dari Rp100 ribu per setel.

“Untuk memperbaiki seperti memotong, harganya Rp10 ribu sampai Rp15 ribu atau lebih, itu tergantung seberapa sulitnya pekerjaan itu. Sedangkan untuk menjahit pakaian baru bisa sampai Rp150 ribu,” ujarnya.

Setelah dari Pasar Tanjung, Ning Ita pergi ke UMKM Sigma. Sigma adalah singkatan dari Sinoman Gang III Nomor 5, yang membuat berbagai makanan beku dengan bahan dasar singkong.

Dwi Kurniawati Wilujeng, pemilik Sigma, mengatakan bahwa usahanya mulai berjalan pada Desember 2018.

Awalnya, dia hanya ingin membuat camilan untuk anak-anak dan hidangan untuk tamu. Kini Sigma sudah berkembang menjadi salah satu UMKM yang menjanjikan di Kota Mojokerto.

“Setiap hari, kami mampu mengolah hingga 4 kwintal singkong menjadi berbagai produk, seperti singkong beku, stik singkong, donat singkong, jemblem singkong, dan roti maryam,” jelas Dwi.

Melalui kegiatan ini, Wali Kota Mojokerto menekankan komitmen Pemkot untuk mendukung usaha kecil dan menengah, sekaligus membantu meningkatkan ekonomi masyarakat di Kota Mojokerto. **

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 T per Orang

13 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Okupansi Hotel di Kawasan Bromo Anjlok Dampak Kebakaran

13 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Prabowo: Motor Listrik Lebih Hemat dan Efisien

13 Agustus 2026 - 20:11 WIB

5 Jurusan Kuliah dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

12 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Harga Pertalite Dijamin Tidak Naik sampai Desember 2026

12 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kapal Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 1 Penumpang Meninggal

12 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Fatwa MUI: Pria Haram Berpakaian Wanita dan Sebaliknya saat Rayakan 17 Agustus

11 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM, Sudah Ada UU

11 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Diskon Khusus Bus Trans Jatim di HUT RI ke-81

11 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Trending di Nasional