Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Viral #1312 Kode Gerakan Aksi Demo Agustus 2025, Ternyata Begini Kisahnya

badge-check


					Ilustrasi gerakan aksi demo diispirasi oleh gerakan 1312 yang pernah tumbuh di Inggeris. Foto: nawacita.co Perbesar

Ilustrasi gerakan aksi demo diispirasi oleh gerakan 1312 yang pernah tumbuh di Inggeris. Foto: nawacita.co

Penulis: Yusran Hakim    |     Edit: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Kode 1312 menjadi viral di dunia maya Indonesia sebagai simbol protes setelah terjadi demo besar pada 28 Agustus 2025 yang menelan korban jiwa Affan Kurniawan,21,  seorang pengemudi ojek online yang meninggal usai terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demo buruh di Jakarta.

Kode 1312 adalah kode numerik dari akronim ACAB, yang merupakan singkatan dari bahasa Inggris “All Cops Are Bastards”  kata kasar sejenisnya dan kebencian.

Kode ini banyak digunakan di media sosial dan di berbagai sudut kota sebagai bentuk solidaritas dan kritik terhadap tindakan aparat kepolisian yang dianggap represif dan tidak akuntabel.

ACAB dan 1312 bukan hanya simbol spontan, melainkan memiliki sejarah panjang sebagai slogan protes global yang berasal dari Inggris sejak 1940-an dan menyebar luas dalam berbagai gerakan sosial di seluruh dunia, termasuk demo protes demokrasi, gerakan Black Lives Matter.

Sekarang digunakan dalam konteks lokal Indonesia untuk menyuarakan kemarahan atas kekerasan aparat negara. Meskipun kontroversial, kode ini menjadi alat komunikasi yang sederhana dan provokatif untuk mengekspresikan ketidakpuasan publik terhadap aparat kepolisian.

Demonstrasi dan gelombang kemarahan yang muncul di media sosial dengan tagar seperti #1312, #ACAB, dan #ACAB1312 muncul secara signifikan setelah tragedi Affan Kurniawan, yang memperkuat simbol tersebut sebagai bentuk perlawanan kolektif terhadap kekerasan polisi dan tuntutan agar aparat lebih humanis dan bertanggung jawab.

Sejarah singkatan ACAB (All Cops Are Bastards) bermula di Inggris pada awal abad ke-20. Konon, frasa lengkap “All Coppers Are Bastards” pertama kali disingkat menjadi ACAB oleh para pekerja yang melakukan mogok kerja pada tahun 1940-an sebagai bentuk protes terhadap aparat kepolisian yang dipandang represif dan memihak kelas sosial tertentu.

Rekaman video tahun 1958 menunjukkan anak muda meneriakkan frasa ini di jalanan, menandai popularitas awalnya. Istilah ini semakin dikenal luas pada tahun 1970-an, ketika surat kabar Daily Mirror memuat berita tentang seorang remaja yang tertangkap menulis ACAB di jaketnya sebagai simbol penolakan terhadap polisi.

ACAB kemudian menjadi simbol kuat dalam budaya musik punk pada 1970-an dan 1980-an, terutama di Inggris, melalui lagu-lagu dan gerakan anarkis yang menentang otoritas.

Salah satu lagu paling terkenal adalah “ACAB” oleh band punk asal London, The 4-Skins, yang memperkuat makna ACAB sebagai bentuk perlawanan sosial dan politik. Istilah ini juga muncul dalam budaya pop seperti film kriminal Inggris tahun 1972 berjudul “All Coppers Are…” yang menggunakan slogan tersebut.

Secara umum, ACAB bukan hanya makian kasar, tetapi juga simbol kritik terhadap sistem kepolisian dan otoritas yang dianggap tidak adil serta represif.

Dalam perkembangannya, kode numerik 1312 digunakan sebagai representasi alfabet dari ACAB, tersebar luas dalam grafiti, tato, dan media sosial sebagai tanda protes dan perlawanan terhadap institusi kepolisian. **

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Akui Ada Antrean BBM di Jatim, Target Tuntas Maksimal 2 Hari

20 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Berada di Zona Hijau, IHSG Kembali ke Level 5.000an hingga Jeda Siang Perdagangan

20 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Karhutla Mengancam hingga 2027, Ambil Langkah Konkret

20 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Arumi Bachin Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari, Kunjungi 3 Rumah Manik di Plumbon Gambang

20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Hari Purnomo: Koperasi di Jombang Tumbuh Jadi 1.020 Unit Volume Usaha Rp500 M, 168 UMK Naik Kelas

20 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Karhutla Gambut Bisa Diprediksi Secara Sains

19 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trending di Nasional