Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Bupati Pati Sudewo Penuhi Panggilan KPK, Sangat Irit Bicara

badge-check


					Bupati Pati Sudewa memenuhi panggilan KPK, terkait dengan kasus suap dalam proyek PJKA. Foto: Yotube@Nusantara TV Perbesar

Bupati Pati Sudewa memenuhi panggilan KPK, terkait dengan kasus suap dalam proyek PJKA. Foto: Yotube@Nusantara TV

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Bupati Pati Sudewo memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu, 27 Agustus 2025.

Berikut foto Bupati Pati Sudewo saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Rabu, 27 Agustus 2025, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Dalam foto-foto tersebut Sudewo tampak mengenakan batik coklat dan masker saat tiba di KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api.

Beberapa foto dan video kedatangannya di KPK juga menunjukkan suasana saat pemeriksaan berlangsung serta kedatangan wartawan yang meliput acara tersebut.

Bupati yang telah melahirkan prestasi didemo 100.000 orang itu, memenuhi panggilan, terkait dengan dugaan uang sogokan saat dia masih menjabat sebagai anggota DPR RI. Tampak Sudewo tidak menanggapi pertanyaan wartawan yang melakukan door stop di gedung KPK.

Ia datang sekitar pukul 09.43 WIB ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api.

Pemeriksaan ini terkait proyek jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso, di mana Sudewo diduga menerima commitment fee saat menjabat anggota DPR.

Sebelumnya, Sudewo sempat absen pada pemanggilan KPK lalu dan meminta penjadwalan ulang pemeriksaan. Ia membantah beberapa tuduhan terkait uang yang disebut-sebut disita dari rumahnya dalam kasus ini.

Kasus
Kasus Sudewo terkait PJKA (Proyek Jalur Kereta Api) adalah sebuah dugaan korupsi dalam proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan pada tahun anggaran 2022-2024.
Sudewo diduga menerima aliran uang atau commitment fee dari proyek ini saat masih menjabat sebagai anggota DPR periode 2019-2024.
Penyidikan mengungkap bahwa para pejabat DJKA mengatur pemenang tender proyek dengan membocorkan harga perkiraan sendiri (HPS) kepada perusahaan terpilih agar memenangkan lelang, dan kemudian menerima fee dari perusahaan tersebut.

Dalam kasus ini, Sudewo telah dipanggil oleh KPK sebagai saksi dan diduga ikut menerima aliran dana dari proses suap tersebut.

Ada pula penyitaan uang sekitar Rp 3 miliar dari Sudewo yang menurut dia adalah hasil gaji dan usaha pribadi, bukan uang suap.

KPK tetap menegaskan bahwa penyidikan kasus ini berlanjut dan Sudewo adalah salah satu pihak yang diduga menerima aliran uang dari proyek jalur kereta tersebut. Meskipun Sudewo sudah mengembalikan uang terkait kasus ini, KPK menegaskan unsur pidana tetap ada.

Kasus ini bermula dari OTT KPK tahun 2023 dan melibatkan beberapa pejabat di DJKA yang telah ditetapkan tersangka.

Proyek yang bermasalah ini termasuk pembangunan jalur kereta api ganda antara Solo Balapan sampai Kadipiro yang juga sempat dikaitkan dengan Sudewo. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Video Call PM Modi dengan Pilot Smit: Pikiran Saya Hanya Satu Buka Pintu Kokpit!

3 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Presiden Prabowo Lantik Watimpres Jumbo dari 9 Orang Bengkak Jadi 26 Orang Anggaran Rp20 M/Bulan

3 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Pembajakan Pesawat Copilot Tikam Pilot FlyDubai ke Tel Aviv, Mendarat Darurat di Tabruk Arab Saudi

3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Harga Pertamax Oktober Tetap Rp 15.950, Wamen ESDM Bilang Begini

2 Oktober 2026 - 20:07 WIB

TPK Hotel di Kota Malang Turun Jadi 42,68% pada Agustus

2 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (64): Sejarah Gelap Phil Sang Kanibal

2 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Ponpes Al Hikmah Diwek Terbakar, Setengah Bangunan Ludes Kerugian Rp200 Juta

2 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Akun Mr Bert: Data Pribadi Menkomdigi Meutya Hafid Dijual Rp2000, RI No.2 di Dunia Penipuan Daring

2 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Tradisi Pedang Pora Iringi Pisah Sambut Kapolres Jombang

2 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Trending di News