Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Prof Herry Utomo Penemu Padi Unggul Cahokia Rice 50 % Lebih Tinggi Protein, Jabat Profesor di Amerika Serikat

badge-check


					Dua profesor dari LSU AgCenter Soutwest Region, Lousiana State University, United States of America (USA) melaksanakan kunjungan ke Food Estate Hortikultura di Kabupaten Humbang Hasundutan (26/3). Kunjungan ini bertujuan dalam rangka percepatan pembangunan kawasan program Food Estate dan rencana kerjasama pengembangan pertanian berbasis bioekonomi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Foto: humbanghasundutankab.go.id/ Perbesar

Dua profesor dari LSU AgCenter Soutwest Region, Lousiana State University, United States of America (USA) melaksanakan kunjungan ke Food Estate Hortikultura di Kabupaten Humbang Hasundutan (26/3). Kunjungan ini bertujuan dalam rangka percepatan pembangunan kawasan program Food Estate dan rencana kerjasama pengembangan pertanian berbasis bioekonomi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Foto: humbanghasundutankab.go.id/

Penulis: Hermin Sulistyowati    |     Editor: Prio Suwarno

KREDONEWS.COM, LOUISIANA- Prof. Herry S. Utomo, asal Malang, telah menjadi profesor tetap di Amerika Serikat dan berhasil menciptakan varietas padi tinggi protein pertama di dunia yang dinamakan “Cahokia Rice”.

Varietas beras ini memiliki kandungan protein 50% lebih tinggi dibandingkan beras biasa dan memiliki indeks glikemik rendah, sehingga lebih aman untuk penderita diabetes.

Cahokia Rice juga memiliki keunggulan panen lebih cepat, berbulir panjang, tahan jamur, dan tidak dimodifikasi secara genetik tetapi dikembangkan melalui mutasi alami.

Produk ini sudah dipatenkan dan dipasarkan di AS, dengan potensi produksi protein tinggi yang signifikan secara nasional di Indonesia jika ditanam luas. Selain itu, proses memasaknya lebih hemat bahan bakar karena memerlukan waktu, panas, dan air yang lebih sedikit.

Prof. Herry Utomo memulai karier akademisnya di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, kemudian menempuh pendidikan master dan doktor di Amerika Serikat, hingga menjadi profesor penuh di Louisiana State University (LSU).

Keberhasilannya ini didukung oleh sikap optimistis, adaptasi budaya, dan pendekatan inovatif dalam riset. Ia juga aktif dalam komunitas diaspora Indonesia dan terus berkontribusi pada pendidikan serta inovasi pertanian di tanah air.

Dengan demikian, “Cahokia Rice” adalah beras inovatif pertama di dunia yang tinggi protein dan rendah glikemik, dikembangkan oleh Prof. Herry S. Utomo dari Malang yang kini berkarier sebagai profesor tetap di AS.

Prof. Utomo memulai karier akademisnya di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, dengan fokus pada pemuliaan tanaman. Ia kemudian melanjutkan pendidikan master dan doktoralnya di Amerika Serikat sebelum menjadi profesor penuh di LSU..

Prof. Utomo memiliki publikasi yang cukup banyak di bidang bioteknologi tanaman, genomik, dan pemuliaan padi. Profil akademisnya juga terdaftar di Google Scholar, dengan fokus riset pada pengembangan varietas padi tahan herbisida, peningkatan kandungan asam amino esensial, dan teknologi benih sintetis.

Dia juga aktif dalam komunitas diaspora Indonesia dan memberi kontribusi dalam pendidikan dan riset pertanian.

Biogarfi Ringkas:

  • Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, jurusan Agronomi.

  • Melanjutkan master dan PhD di Amerika Serikat.

  • Profesor penuh di Louisiana State University.

  • Penemu varietas beras “Cahokia Rice” dengan kandungan protein tinggi dan rendah glikemik.

  • Fokus riset di bidang pemuliaan tanaman, bioteknologi, dan genetika.

  • Memiliki berbagai publikasi ilmiah dan paten.

  • Aktif dalam pengembangan riset untuk meningkatkan ketahanan dan nilai gizi tanaman padi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

6 Juni 2026 - 19:42 WIB

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Dewan Bahas Ranperda Miras, Kartiyono: Oplosan Sudah Sangat Berbahaya!

5 Juni 2026 - 20:14 WIB

Perkara Dihentikan, Nama Baik Dr Yudi Utomo Imarjoko Dipulihkan

5 Juni 2026 - 16:05 WIB

Pangdam Mayjen Rudi Saladin ke Mojowarno, Tinjau Lahan 86 Ha untuk Markas Batalyon TP

5 Juni 2026 - 08:30 WIB

Kandang Ayam Seharga Rp 2 Miliar Ludes Terbakar di Peterongan Jombang

4 Juni 2026 - 22:04 WIB

Curanmor di Jombang Kembali Marak, Sekali Beraksi Pelaku Gondol 2 Motor

4 Juni 2026 - 18:49 WIB

Titik Nol Peringati Hari Lahir ke-124 Bung Karno, Masfiin: Sajikan Jenang Pelok dan Sego Ploso

4 Juni 2026 - 18:19 WIB

Bocah 7 Tahun Korban Penculikan Tewas, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

4 Juni 2026 - 15:38 WIB

Trending di News