Penulis: Priyo Suwarno | Editor: Hadi S. Purwanto
KREDONEWS.COM, JOMBANG- Sungguh menawan cara warga dusun Gambang, desa Plumbon Gambang, Gundo, Jombang, melaksanakan acara pawai bersih desa melibatkan sedikitnya 400 peserta terdiri dari enam RT, penuh kebahagiaan serta saweran, Sabtu 19 Juli 2025.
Tidak kurang Kapolsek Gudo Iptu Rido Bargowo, SH, Danramil Gudo Lettu Infantri Saroni, Kades Nur Wakit, tokoh masyarakat Anis Afrianto menyaweri para peserta tari pada acara itu. Acara saweran ini menambah gayeng dan ramai acara mandiri warga dusun Plumbon itu.
Saat pembukaan acara, menyuguhkan tari kecak, tampak seorang muda tokoh warga bernama Anis Aprianto mendatang penari kecak, ia membawa segebok uang pecahan Rp 50.000, dibagi-bagikan kepada penari.
Berapa jumlahnya? “Ini Rp 3 juta. Saya ini pokoknya mendukung dsun saya, untuk biaya pawai ini saya keluarkan Rp 13 jutaan,” kata Anis menjawab Kredonwew.com, usai menyawer para penari. Bukan itu saja, pemain barongsai partisipasi dari Klenteng Gudo pun, demikian juga para pemain kuda lumping mendapat rezeki nomplok mendapat saweran.
Setidaknya ada 400 warga terlibata dalam acara dusun semeriah karnaval kota. Ada enam barisan dari enam RT Gambang, “Ini hanya khusus Plubon saja. Jadi yang punya gawe tingkat dusun. Bukan desa Plumbon Gambang,” kata Nur Kades Nur Wakit.
Dia memuji niat dan semangat warga dusun Gambang atas kerja sama yang hebat itu, sehingga bisa menampilkan acara besar dan meriah tersebut. “Ini semua didanai oleh warga secara mandiri, mereka berkreasi. Mereka menyelenggarakan, sekaligus mendanai,” kata kades.
Acara pawai keliling dusun itu meriah dan sangat menghibur warga disana, selesai celebrasi di menempuh jarak sekitar 3 km, saat peserta pawai melintas di jalan pronvisi di dusun Plumbon, ternyata sempat memacetkan jalan.

Kapolsek Gudo Iptu Rido Bargowo, SH, Danramil Gudo Lettu Infantri Saroni, Kades Nur Wakit, mengibarkan bendera start tanda dimulai pawai, Sabtu 19 Juli 2025. Foto: Kredones.com/Hadi S. Purwanto
“Nah benar kan, ini kalu tidak diatur, pasti pengguna jalan marah-marah. Saya datang ke sana Pak Lurah, ternyata benar lalu lintas ternganggu,” kata kapolsek Rido Bargowo kepada kades Nur Wakit. Namun setelah diatur, kemcaten bisa diurai dalam waktu cepat.
Puncak acara pawai ini adalah pesta rebutan gunungan, dari enam peserta itu ada sembilan gunungan direbut oleh masyaraka penonton. Gunungan itu bersisi, hasil bumi, natura, makanan, ikan, bahkan ada hiasan uang.
Rute pawai melintasi jalan-jalan utama di Dusun Gambang, dengan pengawalan dari aparat keamanan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan peserta serta masyarakat yang menyaksikan. Warga dusun memadati sepanjang jalan untuk menyambut dan memberikan dukungan dalam rangka memeriahkan acara.
Dusun Makmur
Dusun Gambangtermasuk makmur terutama, karena keberhasilan industri kerajinan manik-manik kaca yang telah berjalan sejak tahun 1978 dan berkembang pesat hingga saat ini.
Kerajinan manik-manik dari limbah kaca ini bukan hanya dipasarkan secara lokal tapi juga menembus pasar internasional, termasuk negara-negara seperti Singapura, Spanyol, Malaysia, dan berbagai negara di Eropa.
Ini menciptakan lapangan kerja bagi banyak warga (sekitar 1.240 orang terlibat langsung), sehingga mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Namun sejak Covid-19 menuwun drastis. Namun sekalrang industri ini mulai bangkti kembali.
Pemerintah Desa Plumbon Gambang aktif menggandeng para akademisi dari universitas-universitas di Jombang untuk memberikan pendampingan, transfer ilmu, serta penguatan kapasitas dan manajemen pelaku usaha manik-manik. Hal ini mendukung pengembangan usaha yang modern dan berkelanjutan.
Kemandirian dan sinergi dengan badan usaha desa (BUMDes) dan koperasi: Desa melakukan pendekatan terintegrasi dengan melibatkan BUMDes dan koperasi untuk membantu pemasaran, permodalan, dan pengembangan usaha kerajinan sehingga tumbuh menjadi sektor usaha yang kuat dan mandiri.
Semangat kewirausahaan warga: Awalnya banyak warga yang berprofesi sebagai petani, namun beralih menjadi pengrajin manik-manik yang mampu mengangkat taraf hidup mereka. Banyak pengrajin juga aktif mengikuti berbagai pameran dan even baik di dalam maupun luar daerah untuk memperluas pemasaran produk.
Dukungan dari pemerintah daerah: Pemerintah kabupaten melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan fasilitasi, modal, dan motivasi agar usaha kecil kerajinan manik-manik di Plumbon tetap eksis dan kompetitif di pasar global
Acara Tiga Hari
Sebelum karnaval, dusun itu pada hari Jumat 18 Juli 2025, melaksanakan Bersih Desa tradisi gotong royong membersihkan lingkungan desa, seperti jalan, selokan, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan keharmonisan lingkungan desa sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Setidaknya ada 300 tumpeng bawaan warga, kami selenggarakan di jalanan ini (dusun Plumbon),: kata Kades Nur Wakit.
Acara belum berhenti sampai disitu, karena pada Minggu ini, 20 Juli 2025, masih ada satu acara sosial yaitu memberikan santunan kepada 72 keluarga duafa, dan 26 anak yatim. “Ini kami laksanakan, pada hari Minggu. Memberikan santunan kepada keluarga yang membutuhkan dan juga santunan untuk anak yatim,” tutur kades. **