Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Terbesar dalam Sejarah, RedLine dan Vidar Bobol 16 Miliar Data dari Google, Facebook, Apple dan GitHub

badge-check


					Ilustrasi pembobolan 16 miliar data digital dari provider gajah seperti Apple, Google, Facebook dan GitHub oleh malware RedLine dan Vidar, merupakan terbesar dalam sejarah digital. Foto: Forbes.com Perbesar

Ilustrasi pembobolan 16 miliar data digital dari provider gajah seperti Apple, Google, Facebook dan GitHub oleh malware RedLine dan Vidar, merupakan terbesar dalam sejarah digital. Foto: Forbes.com

Penulis: Jacobus E. Lato    |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LOS ANGELES- Inilah rekor terbesar pembobolan data digital terjadi pada tanggal 19-20 Juni 2025 dengan kebocoran lebih dari 16 miliar kredensial login, termasuk akun Google, Facebook, Apple, GitHub, Telegram, dan layanan lainnya, dikonfirmasi sebagai kebocoran data terbesar sepanjang sejarah digital.

Peneliti dari Cybernews dan berbagai sumber menyebut bahwa ini bukan sekadar kebocoran data lama yang didaur ulang, melainkan kumpulan data baru yang sangat besar yang dihasilkan oleh malware infostealer, sehingga menjadi “cetak biru untuk eksploitasi massal” dengan dampak global yang sangat luas.

Sebelumnya, kebocoran terbesar tercatat sekitar 10 miliar password pada 2024, sehingga insiden 16 miliar data login ini jelas melampaui rekor tersebut.

Kebocoran ini ditemukan oleh peneliti keamanan siber yang mengidentifikasi sekitar 30 dataset besar yang berisi dari puluhan juta hingga 3,5 miliar data per set, dengan rata-rata sekitar 550 juta catatan.

Kredensial yang bocor tidak hanya berupa username dan password, tetapi juga mencakup token, cookie, dan metadata, yang membuatnya sangat berbahaya karena dapat digunakan untuk pembajakan akun, pencurian identitas, dan serangan phishing yang sangat terarah.

Data ini diduga dikumpulkan melalui malware infostealer, yaitu program jahat yang secara otomatis mencuri data sensitif dari perangkat yang terinfeksi.

Serangan ini sangat mengancam pengguna, terutama yang menggunakan kata sandi yang sama di berbagai layanan dan pengguna kripto, karena akses ke email dapat membuka akses ke dompet digital dan cadangan frasa benih yang tersimpan di cloud.

FBI dan Google telah menyarankan pengguna untuk segera mengganti kata sandi, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan menggunakan metode keamanan yang lebih kuat seperti passkeys.

Secara khusus, kebocoran ini bukan hanya data lama yang didaur ulang, melainkan data segar yang baru dikumpulkan, sehingga potensi eksploitasi sangat tinggi dan berkelanjutan. Para peneliti keamanan menilai bahwa kebocoran ini merupakan “cetakan” untuk eksploitasi siber global yang masif.

Singkatnya, lebih dari 1 miliar akun pengguna Google, Facebook, Apple, GitHub, dan layanan lainnya telah dibobol oleh hacker menggunakan malware seperti RedLine dan Vidar yang merupakan jenis infostealer, menyebabkan kebocoran data login terbesar yang pernah tercatat.

Pengguna disarankan untuk segera mengamankan akun mereka dengan mengganti kata sandi dan mengaktifkan fitur keamanan tambahan.

Reaksi
Para penyedia layanan digital seperti Google, Apple, Facebook, dan lainnya merespons pembobolan data terbesar ini dengan langkah-langkah keamanan sebagai berikut:

Mendorong pengguna untuk segera mengganti kata sandi mereka, terutama untuk akun penting seperti email dan media sosial, serta menghindari penggunaan ulang kata sandi yang sama di berbagai layanan.

Mengaktifkan dan mempromosikan penggunaan autentikasi multi-faktor (MFA) atau dua faktor (2FA) sebagai perlindungan utama terhadap pembajakan akun akibat kebocoran kredensial.

Menganjurkan penggunaan pengelola kata sandi untuk membuat dan menyimpan kata sandi yang unik dan kompleks bagi setiap akun, sehingga mengurangi risiko pencurian data lebih lanjut.

Mengadopsi teknologi keamanan terbaru seperti passkeys, yang menggantikan kata sandi dengan autentikasi biometrik dan kunci perangkat keras, terutama di ekosistem Apple yang sudah menerapkan fitur ini secara luas.

Mengamankan dan menonaktifkan server yang menyimpan data bocor setelah penemuan basis data yang tidak terlindungi, seperti yang dilakukan oleh peneliti keamanan yang menemukan kebocoran tersebut.

Meningkatkan fitur keamanan untuk mengurangi risiko phishing dan rekayasa sosial, seperti fitur baru di iOS 26 yang memindahkan panggilan dan pesan dari nomor tidak dikenal ke folder terpisah.

Secara keseluruhan, para penyedia layanan digital ini mengimbau pengguna untuk segera mengambil tindakan proaktif dalam mengamankan akun mereka dan terus meningkatkan sistem keamanan untuk mencegah dampak lebih luas dari kebocoran data ini.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Soto Ayam Golkar Rp10.000 Laris Manis, Agus Karim 8 Tahun Menggelar Jumat Legi Berkah Makan Gratis

17 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Praktek Goreng Saham, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun kepada DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Elon Musk Pamer Mobil yang Bisa Terbang

16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Trending di News