Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Awalnya Antusias, Kini Minat Mobil Listrik Anjlok di AS, Berikut Alasannya

badge-check


					Awalnya Antusias, Kini Minat Mobil Listrik Anjlok di AS, Berikut Alasannya Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, ORLANDO- Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh AAA (American Automobile Association) pada bulan Juni 2025, terjadi perubahan signifikan dalam pandangan dan minat masyarakat Amerika Serikat terhadap pembelian kendaraan listrik (EV).

Survei yang dilakukan pada bulan Maret 2025 ini menunjukkan bahwa hanya 16% orang dewasa di AS yang menyatakan “sangat mungkin” atau “mungkin” akan membeli EV sebagai mobil berikutnya.

Angka ini merupakan yang terendah sejak tahun 2019, mengindikasikan adanya penurunan minat yang cukup drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa faktor utama diidentifikasi sebagai penghambat adopsi EV oleh konsumen Amerika:

* Biaya Perbaikan Baterai yang Tinggi: Sebanyak 62% responden menyatakan kekhawatiran mereka terhadap biaya perbaikan atau penggantian baterai yang mahal.

* Harga Beli yang Mahal: Harga pembelian kendaraan listrik yang relatif tinggi masih menjadi kendala bagi 59% responden.

* Kekhawatiran Perjalanan Jarak Jauh: Sebanyak 57% responden merasa bahwa EV kurang cocok untuk perjalanan jarak jauh, kemungkinan karena keterbatasan jangkauan atau isu terkait infrastruktur pengisian daya.

* Kurangnya Stasiun Pengisian Daya yang Nyaman: Ketidaktersediaan stasiun pengisian daya yang mudah diakses dan nyaman menjadi masalah bagi 56% responden.

* Ketakutan Kehabisan Daya (Range Anxiety): Sebanyak 55% responden masih memiliki kekhawatiran akan kehabisan daya di tengah perjalanan.

Meskipun demikian, bagi mereka yang masih tertarik dengan EV, alasan utama yang mendorong minat tersebut adalah penghematan biaya bahan bakar, kepedulian terhadap lingkungan, dan biaya perawatan yang lebih rendah.

Survei ini juga mengungkapkan penurunan kepercayaan bahwa sebagian besar mobil akan menjadi listrik dalam sepuluh tahun ke depan. Angka ini turun dari 40% pada tahun 2022 menjadi hanya 23% pada tahun ini.

AAA menyarankan bahwa kendaraan hybrid atau plug-in hybrid mungkin menjadi pilihan yang lebih menarik bagi beberapa konsumen, karena kendaraan jenis ini menawarkan kombinasi manfaat dari kendaraan konvensional dan listrik.

Sumber informasi ini berasal dari laporan resmi di AAA Newsroom.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style