Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Bobol KTP dari Dinas Dukcapil Ponorogo untuk Ajukan KUR BRI Kerugian Ratusan Juta

badge-check


					Mengenakan rompi oranye, SPP mantan mantri Bank BRI Unit Pasar Ponorogo  ditahan oleh kejaksaan, karena kasus kredit fiktif menggunakan KTP warga dari Dukcapil Ponorogo. Foto: Dok/Kejaksaan Ponorogo Perbesar

Mengenakan rompi oranye, SPP mantan mantri Bank BRI Unit Pasar Ponorogo ditahan oleh kejaksaan, karena kasus kredit fiktif menggunakan KTP warga dari Dukcapil Ponorogo. Foto: Dok/Kejaksaan Ponorogo

Penulis: Agus Adi Santoso   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PONOROGO- Aparat kejaksaan memerika Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sekdin Disdukcapil) Ponorogo, Jawa Timur, terkait kasus kredit fiktif Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pasar Pon yang menggunakan modus KTP puluhan warga.

Kasus ini terungkap setelah ada laporan dari warga menjadi korban. Ia merasa dirugikan, karena  KTP asli miliknya dijadikan pinjaman KUR tanpa sepengetahuan pemilik KTP tersebut, sehingga menimbulkan kredit macet dan kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.

Pemeriksaan terhadap Sekdin Disdukcapil ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan yang juga telah menetapkan mantan mantri bank berinisial SPP sebagai tersangka dan telah ditahan selama 20 hari. Kejaksaan menduga adanya jaringan sindikat yang terorganisir dalam kasus ini, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru yang terlibat.

Puluhan ASN di Disdukcapil Ponorogo juga merasa cemas dan beberapa di antaranya mencari perlindungan karena terkait dengan kasus pemalsuan E-KTP yang menjadi bagian dari modus kredit fiktif ini. Kejaksaan bahkan telah melakukan penggeledahan di kantor Disdukcapil dan memeriksa sejumlah saksi dari pihak bank dan Disdukcapil.

Dalam kasus kredit fiktif BRI di Ponorogo, puluhan KTP warga diduga dipalsukan dan digunakan untuk mengajukan kredit tanpa sepengetahuan pemilik asli KTP tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Ponorogo, Agung Riyadi, menjelaskan proses penahanan tersangka mantan mantri BRI berinisial SPP, serta mengungkap modus dan perkembangan penyidikan kasus ini, 3 Juni 2025.

Jaksa menyebutkan bahwa modus operandi tersangka adalah memalsukan data KTP puluhan warga untuk mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan rata-rata pinjaman sekitar Rp 50 juta per orang.

Pihak BRI sendiri telah menindak tegas oknum yang terlibat dengan memutus hubungan kerja mantan mantri SPP dan berkomitmen menjaga prinsip Good Corporate Governance serta memastikan tidak ada nasabah yang mengalami kerugian langsung akibat kasus ini.

Singkatnya, Sekdin Disdukcapil Ponorogo diperiksa Kejaksaan karena diduga ada keterlibatan atau kaitan dengan pemalsuan KTP yang digunakan dalam kredit fiktif BRI, yang merugikan negara dan melibatkan puluhan warga sebagai korban dengan modus pemalsuan data identitas.

Penangkapan mantan mantri BRI yang menjadi tersangka dalam kasus kredit fiktif di Ponorogo terjadi pada hari Selasa, 3 Juni 2025, setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan selama delapan jam mulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar 18.45 WIB.

Setelah itu, tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Ponorogo. Penggeledahan di kantor Disdukcapil Ponorogo terkait kasus ini dilakukan sebelumnya pada Selasa, 27 Mei 2025.

Sedangkapan mantan mantri BRI yang menjadi tersangka dalam kasus kredit fiktif di Ponorogo terjadi pada hari Selasa, 3 Juni 2025, setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan selama delapan jam mulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar 18.45 WIB.

Setelah itu, tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Ponorogo. Penggeledahan di kantor Disdukcapil Ponorogo terkait kasus ini dilakukan sebelumnya pada Selasa, 27 Mei 2025. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Trending di Nasional