Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Banjir Rob Akibat Super Moon Hingga 4 Juni 2025, Ini Peta Wilayah Terdampak

badge-check


					Efek dari Super Moon, menyebabkan naiknya air laut di Indonesia. BMKG Tanjung Perak memberikan info banjir ini akan terjadi hingga 4 Juni 2025. Foto: Narotama.ac.id Perbesar

Efek dari Super Moon, menyebabkan naiknya air laut di Indonesia. BMKG Tanjung Perak memberikan info banjir ini akan terjadi hingga 4 Juni 2025. Foto: Narotama.ac.id

Penulis: Saifudin   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA- BMKG menginformasikan bahwa fenomena banjir rob yang dipicu oleh super bulan baru dan perigee pada 27 Mei 2025 dapat menyebabkan pasang air laut maksimum yang tinggi hingga periode 4 Juni 2025.

Potensi banjir rob di pesisir, termasuk pantura Jatim, masih ada dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga selama periode tersebut

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Daryatno, menyampaikan peringatan ini secara resmi pada hari Minggu, 25 Mei 2025, untuk mengantisipasi fenomena pasang air laut maksimum yang diprediksi terjadi pada periode tersebut.

Banjir rob di sepanjang pantura Jawa Timur (Jatim) terjadi di beberapa wilayah pesisir yang rawan terdampak pasang air laut maksimum, terutama saat siklus bulan baru (new moon). Berikut adalah beberapa wilayah di Pantura Jatim yang mengalami banjir rob:

Kabupaten Bangkalan, khususnya di Kecamatan Kota, meliputi Kelurahan Pangeranan, Mlajah, Pajegen, dan Desa Martajesah. Banjir rob di sini terjadi sejak akhir Mei 2025 dengan genangan mencapai 50 cm dan mengganggu aktivitas warga.

Wilayah pesisir Surabaya dan sekitarnya:

  • Pelabuhan Surabaya dengan pasang maksimum 130-150 cm.
  • Surabaya barat yang mencakup Gresik, Lamongan, dan Tuban dengan pasang maksimum sekitar 130 cm.
  • Surabaya timur meliputi Sidoarjo, Probolinggo, Pasuruan, dan Sampang dengan pasang maksimum 130 cm.

Kabupaten Pasuruan, di pesisir utara, termasuk Desa Kalirejo, Desa Semare, Kecamatan Kraton, serta Kelurahan Mandaran, Ngemplakrejo, dan Panggungrejo di Kota Pasuruan. Banjir rob di sini mencapai ketinggian 25-30 cm dan menyebabkan gangguan seperti motor mogok.

Kabupaten Pamekasan, khususnya di Kalianget, juga terdampak pasang maksimum 130 cm.

Fenomena banjir rob ini dipicu oleh siklus pasang air laut maksimum yang terkait dengan fase bulan baru dan gelombang tinggi di Laut Jawa. Banjir rob ini mengakibatkan genangan air yang mengganggu transportasi, aktivitas petani garam, perikanan darat, dan kegiatan bongkar muat pelabuhan di kawasan pesisir Jatim.

Secara umum, banjir rob di pantura Jatim terjadi di wilayah pesisir yang meliputi Bangkalan, Surabaya dan sekitarnya (Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Probolinggo, Pasuruan, Sampang), serta Pamekasan.

Warga dan pemerintah setempat telah melakukan berbagai upaya mitigasi seperti pembersihan drainase dan patroli kesiapsiagaan untuk mengurangi dampak banjir rob tersebut. **

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Hari Purnomo: Koperasi di Jombang Tumbuh Jadi 1.020 Unit Volume Usaha Rp500 M, 168 UMK Naik Kelas

20 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Karhutla Gambut Bisa Diprediksi Secara Sains

19 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trans Jatim Koridor Malang Raya Diluncurkan 30 Oktober 2026

19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Aturan Baru Ojol 2026: Pengemudi Bebas Kerja di Banyak Aplikator

19 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Trending di News