Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Mahfud MD: Hukum di Indonesia Seperti Toko Kelontong, Bisa Pesan Sesuai Keinginan

badge-check


					Mahfud MD: Hukum di Indonesia Seperti Toko Kelontong, Bisa Pesan Sesuai Keinginan Perbesar

Penulis : Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Mantan Menko Polhukam Mahfud MD kembali melontarkan kritik tajam terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia. Dalam program Bikin Terang yang ditayangkan di kanal YouTube Official iNews pada 17 Mei 2025, Mahfud menyamakan sistem hukum di Indonesia seperti toko kelontong yang menyediakan berbagai layanan hukum sesuai pesanan.

“Kalau Anda punya masalah hukum, tinggal datang. Mau ke pengadilan bisa, kejaksaan bisa, kepolisian bisa. Anda bisa pesan di situ,” kata Mahfud. Ia menyebut praktik “ijon perkara” masih terjadi, yaitu saat proses hukum seseorang sudah “dipesan” sebelum sidang berlangsung.

Menurut Mahfud, mafia peradilan bekerja sistematis, mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga pengadilan. “Polisinya sudah ditentukan, pasalnya apa juga sudah tahu. Jaksanya siapa, hakimnya siapa, semua sudah ada,” ungkapnya.

Mahfud menyinggung pula kasus Susno Duadji, mantan Kabareskrim Polri yang menurutnya menjadi korban kriminalisasi setelah kasus “Cicak vs Buaya.” “Susno bilang, ‘mafianya itu ada di sebelah kantor Kapolri, kok saya yang dituduh’,” ujar Mahfud.

Ia menilai, kasus yang menimpa jenderal bintang tiga itu menunjukkan betapa parahnya praktik mafia hukum, bahkan di era reformasi. Mahfud menekankan bahwa meskipun sudah ada reformasi, praktik lama seperti mafia peradilan belum benar-benar hilang.

“Orang seperti Susno, yang cerdas dan punya harapan, bisa habis (karena sistem yang kotor),” tutup Mahfud.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Jaksa Teliti Asal Usul 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Ini Gempa Hukum Terbesar

16 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di News