Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Warga Tidak Takut, Roketpun Jadi Vas Bunga, Dudung Abdurachman Angkat Bicara

badge-check


					Warga Tidak Takut, Roketpun Jadi Vas Bunga, Dudung Abdurachman Angkat Bicara Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Dudung Abdurachman, Penasihat Khusus Presiden untuk Pertahanan Nasional dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat, menyatakan bahwa warga sering berbondong-bondong mencari selongsong peluru bekas ledakan di lokasi latihan militer atau pemusnahan amunisi karena selongsong tersebut terbuat dari kuningan dan bisa dijual.

Ia menekankan bahwa praktik ini perlu ditertibkan karena selama ini masyarakat juga terlibat dalam proses pemusnahan amunisi, termasuk penggalian lubang ledakan, yang berisiko tinggi.

“Iya, memang saya mendengar, dan saya sering juga di daerah latihan itu, warga itu pasti memanfaatkan kalau kita latihan nembak, itu kan selongsong-selongsong itu kan kuningan, itu kan bisa dijual oleh mereka,” ujar Dudung dalam live Kompas TV, Selasa (13/5/2025).

Dudung menyarankan agar proses pemusnahan amunisi tidak melibatkan masyarakat demi mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

Terkait amunisi warga sering memanfaatkan selongsong amunisi roket atau peluru bekas sebagai hiasan rumah. Banyak orang mengolah selongsong bekas menjadi dekorasi unik seperti vas bunga, lampu, atau pajangan meja karena bentuknya yang menarik dan kesan militeristiknya.

Bahkan, selongsong asli peluru bekas bisa ditemukan dijual secara online untuk keperluan dekorasi atau koleksi.

Namun, sebelum dijadikan hiasan, selongsong tersebut harus dipastikan sudah aman dan tidak mengandung bahan peledak sisa.

Sebelumnya tragedi ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut yang menewaskan 13 orang, sembilan korban adalah warga sipil yang bekerja sebagai buruh membantu TNI membuka selongsong amunisi dan mendapatkan upah harian serta penghasilan tambahan dari penjualan selongsong tersebut.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Trending di News