Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Daniel Christian Soroti Sistem Taksi Bandara: Premanisme yang Dilegalkan

badge-check


					Daniel Christian Tarigan, Foto IG Danielchtarigan Perbesar

Daniel Christian Tarigan, Foto IG Danielchtarigan

Penulis: Jayadi | Penulis: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Praktisi hukum dan akademisi, Daniel Christian Tarigan, SH, MM, mengkritik keras keberadaan taksi bandara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sabtu, 10 Mei 2025. Ia mempertanyakan urgensi sistem eksklusif tersebut di era layanan transportasi digital yang kian maju.

“Kalian pernah mikir nggak sih, kenapa harus ada taksi bandara?” buka Daniel. Ia menyoroti alasan keamanan yang kerap dijadikan dasar. Menurutnya, layanan seperti Grab dan Gojek juga memiliki standar keamanan tersendiri yang tak kalah andal.

Daniel menilai keharusan memiliki izin khusus untuk menarik penumpang dari bandara adalah bentuk pembatasan yang tak relevan. “Kalau menurut gue, sebenarnya ini ya sama aja dengan premanisme legal,” ujarnya. “Kalau Ormas yang bikin jadinya ilegal, kalau negara yang bikin jadinya legal.”

Ia menyebut sistem taksi bandara mungkin relevan di masa lalu, ketika belum banyak orang yang akrab dengan transportasi kota atau teknologi navigasi. Namun di era digital saat ini, keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi membuat sistem eksklusif seperti taksi bandara menjadi usang.

“Semua orang juga udah pakai Google Map,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa aplikasi semacam Gojek dan Grab memiliki mekanisme internal untuk menjaga keselamatan pengguna.

Tarigan juga menyoroti ketimpangan harga yang dinilai tidak masuk akal. “Harga taksi bandara itu jauh lebih mahal daripada yang reguler,” katanya. Ia mempertanyakan logika tarif yang lebih tinggi untuk jarak yang sama hanya karena titik keberangkatan dari bandara.

Lebih jauh, ia menyayangkan kebijakan yang menurutnya memaksa masyarakat menggunakan jasa tertentu karena pemerintah menguasai lahan. “Kita diwajibkan menggunakan vendornya pemerintah hanya karena pemerintah menguasai lahannya,” ujar Daniel. “Sebenarnya itu bedanya apa sama premanisme?”

Daniel mengakhiri kritiknya dengan refleksi tajam, mempertanyakan kredibilitas pemerintah dalam memberantas pungli jika justru membuat kebijakan serupa dalam bentuk yang dilegalkan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Suhu Naik 1,2 Derajat Celcius Akibat Super El Nino, 451 Ribu Nyawa Melayang

25 September 2026 - 21:11 WIB

Ada Ruang Menyerupai Kantor Polres, RS O Smach untuk Ambil Paksa Organ Manusia

25 September 2026 - 18:55 WIB

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Trending di News