Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, SURABAYA-Pendiri media sosial Facebook dan CEO Meta Mark Zuckerberg kini menyatakan bahwa era media sosial telah berakhir.
Media sosial yang dulu berfungsi sebagai media menjalin hubungan secara online, tetapi dalam beberapa dekade terakhir justru lebih seperti media biasa.
Mark Zuckerberg bahkan menyebut bahwa masa awal Facebook menyatukan kembali teman-teman lama tampaknya sudah berakhir. Dalam kesaksiannya di sidang Federal Trade Commission (FTC) Zuck menyebut jumlah orang yang berbagi dengan teman-teman di Facebook khususnya, telah menurun.
“Bahkan jumlah teman baru yang ditambahkan orang-orang saya rasa telah menurun,” kata Zuckerberg. Meski demikian, dia tidak menyebutkan seberapa tajam penurunan tersebut. “Saya tidak tahu angka pastinya.”
Pernyataan ini secara tak langsung juga sebagai upaya atau langkah pergeseran besar arah platformnya, dengan fokus pada pemulihan kebebasan berekspresi dan penyederhanaan sistem moderasi konten di Facebook dan Instagram. Hal tersebut sempat diutarakannya pada awal tahun 2025 ini.
“Sudah waktunya bagi kita untuk kembali ke akar dari kebebasan berekspresi di Facebook dan Instagram,” kata Zuckerberg dikutip Selasa (13/5/2025). Media sosial awalnya dia bangun untuk memberikan suara kepada masyarakat, namun kini telah menjadi terlalu kompleks dan penuh kesalahan dalam penyensoran konten.
Mark Zuckerberg mengakui sistem moderasi konten di platformnya telah berkembang menjadi terlalu rumit dan tidak jarang membuat kesalahan. Bahkan jika hanya 1% konten disensor secara tidak sengaja, dampaknya bisa menjangkau jutaan pengguna.
“Kita sudah sampai di titik di mana kesalahan dan penyensoran itu menjadi terlalu banyak,” ujarnya, menyoroti perubahan arah budaya yang kini kembali memprioritaskan kebebasan berpendapat, termasuk dalam momen pemilu di AS terbaru.
Mark Zuckerberg kemudian merinci lima langkah utama yang akan ditempuh Meta:
1. Menghapus Program Pemeriksa Fakta
Meta akan menghentikan kerjasama dengan pihak pemeriksa fakta independen dan menggantinya dengan sistem community notes seperti yang digunakan X. Langkah ini diambil setelah program pemeriksa fakta dinilai terlalu bias secara politik dan merusak kepercayaan publik.
2. Penyederhanaan Kebijakan Konten
Pembatasan terhadap isu-isu sensitif seperti imigrasi dan gender akan dilonggarkan. Zuckerberg menilai bahwa wacana inklusivitas yang awalnya baik justru mulai digunakan untuk membungkam opini yang berbeda.
3. Perubahan Sistem Penyaringan
Sistem deteksi otomatis hanya akan digunakan untuk pelanggaran berat dan ilegal. Untuk pelanggaran ringan, Meta akan menunggu laporan dari pengguna sebelum mengambil tindakan. Algoritma juga akan disetel agar hanya menghapus konten dengan tingkat keyakinan tinggi.
4. Pengembalian Rekomendasi Konten Komunitas
Meta akan kembali merekomendasikan konten-konten politik dan komunitas yang sebelumnya dikurangi karena dianggap menimbulkan stres. Langkah ini akan diterapkan di Facebook, Instagram, dan Threads.
5. Relokasi Tim Moderasi dan Kolaborasi Politik
Tim moderasi konten akan dipindahkan dari California ke Texas untuk mengurangi kekhawatiran terhadap bias politik. Selain itu, Meta akan bekerja sama dengan Presiden Donald Trump dalam menentang tekanan global terhadap kebebasan berekspresi di platform digital.***