Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Obat Tuberkulosis (TB) Diprediksi Habis Februari 2026

badge-check


					Penyakit TB masih menjadi momok Perbesar

Penyakit TB masih menjadi momok

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyebut ketersediaan obat untuk pasien tuberkulosis (TBC/TB) akan habis di Februari 2026.

“Jadi kami melihat kembali dan menghitung kembali kebutuhan obat itu dan kita lihat kembali ternyata kita masih cukup untuk memenuhi sampai Februari 2026 sebetulnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Mengenai Jaminan Kesehatan Nasional bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta.

Oleh karena itu, Kemenkes RI akan melakukan perbaikan tata kelola pengadaan obat untuk penyakit tuberkulosis.

“Kita akan duduk bersama lagi dengan Dirjen Farmalkes untuk menghitung kebutuhan obat di 2026 dan 2027. Kami menghitungnya 15 bulan supaya punya buffer (penyimpanan) masih ada di daerah-daerah,” tambahnya.

Murti pun juga mengutarakan bahwa angka Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) belum mencapai 100% untuk pasien yang sensitif obat tuberkulosis, sampai saat ini masih mencapai 92%.

Demikian pula kata dia, resisten obat tuberkulosis ini masih berada di bawah angka 80%. Sementara itu, Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) dikategorikan masih sangat rendah berada di angka 19,4%.

“Nah untuk pencegahan ini memang agak berkurang karena, kita juga sudah melakukan melalui e-learning system.”

Bila melihat data anggaran penanggulangan tuberkulosis anggaran untuk pencegahan pada tahun 2025 hanya Rp182 miliar, turun dari anggaran tahun 2024 yang masih mencapai sekitar Rp204 miliar.

“Hal itu dilakukan untuk research (penelitian), vaksin dan beberapa hal untuk melakukan pengadaan tuberkulosis untuk pencegahan,” ujarnya.

Sementara itu, anggaran pengobatan tuberkulosis di tahun 2025 juga mengalami penurunan menjadi sekitar Rp633 miliar dari anggaran tahun 2024 sekitar Rp1 triliun.

Pencabut Nyawa

Guru Besar Bidang Ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Indonesia (UI) Prof Dr dr Erlina Burhan mengungkapkan sebanyak 385 pasien Tuberkulosis (TB) di Indonesia meninggal disetiap harinya.

Erlina mengungkapkan angka tersebut diperoleh melalui Global TB Report 2023, yang diluncurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyatakan pada 2022 angka mortalitas pasien TB tanpa HIV dan TB dengan HIV di Indonesia secara berturut-turut sebanyak 134.000 dan 6.700 kasus.

Menurutnya, permasalahan TB bertambah karena belum optimalnya temuan kasus, sehingga menjadi sumber penularan di masyarakat, serta rendahnya kepatuhan pasien TB dalam pengobatan yang menyebabkan meningkatnya risiko TB resisten obat.

“Selain itu, di bidang sosio-ekonomi, pasien TB menghadapi stigma, diskriminasi, hingga kehilangan kesempatan untuk belajar, bekerja, dan bermasyarakat,” ujar Erlina.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang, Holi Menguber dan Tabrak Pencuri Motor Miliknya Hingga Tewas di Ranuyoso

22 September 2026 - 20:34 WIB

Pejabat, Jenderal TNI dan Ulama Dalam Kasus TPPU Rp237 M, Gus Yazid Cabut BAP atas Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 14:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Jaksa Tuntut 8 Tahun 6 Bulan, Pendukung Sudewo Ngamuk di PN Tipikor Jakarta

21 September 2026 - 22:16 WIB

Valuta Asing Rp2,8 M Disimpan di Plafon Rumah Madyopura Malang, Jejak Gatot Heroe Pejabat Dirjen Bea Cukai

21 September 2026 - 20:46 WIB

5 Kepsek SDN Tebingtinggi Dicopot, Gegara Tolak Serahkan Revitalisasi Rp2,44 M yang Ditunjuk Diknas

21 September 2026 - 18:04 WIB

PT Annisa Ahmada Diduga Pakai Sistem Ponzi: Rekrut 4.000 Pendaftar Umrah, Taksir Kerugian Rp120 M

21 September 2026 - 10:24 WIB

Pidato KH Hasan Abdullah Sahal: Kami Tidak Cari Muka, Pak Presiden Kami Tetap Pilih Pendidikan

20 September 2026 - 23:36 WIB

Rudal Houthi Sasar Bandara Raja Khaled dan Mengenai Fasilitas Perminyakan Aramco

20 September 2026 - 08:57 WIB

Trending di News