Menu

Mode Gelap

Headline

Emmanuel Macron: Kebijaksanaan Trump Brutal, Tangguhkan Semua Investasi ke Amerika Serikat

badge-check


					Donald Trump saat bertemu dengan  Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Instagram@emmanuelmacron Perbesar

Donald Trump saat bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Instagram@emmanuelmacron

Penulis: Jacobus E. Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWWS.COM, PARIS– Presiden Emmanuel Macron, Kamis 3 April 2025,  menyerukan kepada seluruh perusahaan-perusahaan Prancis untuk menangguhkan  semua proyek investasi di Amerika Serikat (AS).

Seruan ini muncul sebagai respons terhadap kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang menaikkan tarif impor barang dari Uni Eropa hingga 20 persen dan dari negara lain bervariasi mulai 10 persen.

Dalam pertemuan di Istana Elysee, Macron menekankan pentingnya kepastian sebelum melanjutkan investasi. Ia menyatakan bahwa investasi yang direncanakan dalam beberapa minggu terakhir harus ditangguhkan sampai ada klarifikasi mengenai situasi dengan AS.

Macron mengingatkan bahwa melanjutkan investasi di tengah kebijakan tarif yang tinggi dapat memberikan kesan yang salah, terutama jika perusahaan Eropa terus menggelontorkan dana ke ekonomi AS saat AS memberlakukan tarif tersebut.

Macron menggambarkan keputusan AS sebagai “brutal dan tidak berdasar,” dan memperingatkan bahwa pembatasan perdagangan ini akan berdampak besar pada ekonomi Eropa.

Ia juga menekankan pentingnya solidaritas di antara negara-negara Eropa dalam menghadapi krisis ini, dan memperkirakan bahwa kebijakan tersebut akan berbalik merugikan ekonomi AS dalam jangka panjang, membuat warga Amerika “lebih lemah dan lebih miskin”

Seruan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menghentikan investasi perusahaan-perusahaan Eropa di Amerika Serikat dirilis pada hari Kamis, 3 April 2025. Permintaan ini disampaikan dalam konteks reaksi terhadap tarif baru yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang dikenakan terhadap impor dari Uni Eropa dan negara lainnya.

Macron menyebut kebijakan tarif Trump sebagai “brutal dan tidak berdasar,” yang berpotensi merugikan ekonomi Eropa. Dengan menghentikan investasi, Macron ingin menunjukkan ketidakpuasan terhadap tindakan AS yang dianggap merugikan mitra dagang Eropa.

Dalam pertemuan di Istana Elysee, Macron menekankan pentingnya kepastian sebelum melanjutkan investasi. Ia berargumen bahwa melanjutkan investasi di tengah ketidakpastian tarif dapat memberikan kesan yang salah dan merugikan posisi Eropa.

Macron mendesak negara-negara Eropa untuk bersatu dalam menghadapi tantangan ini, alih-alih bernegosiasi secara terpisah dengan AS. Ia percaya bahwa respons kolektif akan lebih efektif dalam melindungi kepentingan ekonomi Eropa.

Macron yakin bahwa kebijakan tarif yang diterapkan AS akan berbalik merugikan ekonomi mereka sendiri dalam jangka panjang, dengan menyatakan bahwa warga Amerika akan menjadi “lebih lemah dan lebih miskin” akibat tindakan tersebut.

Dengan langkah ini, Macron tidak hanya mempertahankan kepentingan ekonomi Prancis tetapi juga berupaya memperkuat posisi Eropa dalam perdagangan internasional.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Grand Max, Pikup dan Truk Jatuh ke Jurang 50 M, Longsor di Ngadiwono Bromo

2 Maret 2026 - 23:19 WIB

Tak Bisa Bedakan Lawan dan Kawan, Rudal Kuwait Rontokkan Tiga Pesawat F-15 E Milik Amerika

2 Maret 2026 - 23:03 WIB

Drone Iran Terjang Kilang Ras Tanura Arab Saudi Terbakar, Harga Minyak Naik 10 %

2 Maret 2026 - 22:32 WIB

3 Maret 2026, Bangsa Indonesia Bisa Nonton Gerhana Blood Moon Paling Indah

2 Maret 2026 - 22:14 WIB

Gondola Terombang-ambing Angin Saat Hujan Deras, Dua Pekerja Apartemen Ascott Surabaya Tewas dan Luka-luka

2 Maret 2026 - 20:41 WIB

Ramadhan Bareng Tring! Tiga Hari Ajang Transaksi Halal di Pegadaian Penuh Hadiah

2 Maret 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Jombang Mulai Menyegel 297 Tower BTS tanpa Dilengkapi Sertipikat Laik Fungsi

2 Maret 2026 - 18:06 WIB

Sinergi Pemkot dan BPN: Sertifikasi Aset Mojokerto Capai 51 Bidang

2 Maret 2026 - 17:05 WIB

Polisi Australia Pelaku Pelecehan Anak Dihukum 20 Tahun Penjara di Timor-Leste

2 Maret 2026 - 16:26 WIB

Trending di Internasional