Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SONGKLA THAILAND– Juru bicara pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat (juga disebut Siriping Angkasakulkiat), menjadi pejabat utama yang mengumumkan data korban jiwa akibat banjir bandang di Thailand selatan, termasuk angka 145 orang dengan mayoritas di Provinsi Songkhla.
Infromasi ini disebar melalui konferensi pers pada Jumat, 28 November 2025, yang dilansir oleh berbagai media seperti AFP dan disiarkan di Bangkok, merinci mayoritas korban di Provinsi Songkhla.
Ia juga telah memberikan update sebelumnya, seperti angka 33 korban pada Rabu, 26 November 2025 Ia menyampaikan update ini melalui konferensi pers, merinci total korban di provinsi-provinsi selatan serta peningkatan jumlah dari hari ke hari, seperti dari 85 menjadi 145 jiwa.
Pejabat lain yang terkait termasuk Teerapat Kachamat dari Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, yang melaporkan dampak luas pada jutaan rumah tangga, serta Perdana Menteri Anutin Charnvirakul yang mengumumkan keadaan darurat di Songkhla.
banjir bandang tidak hanya melanda Provinsi Songkhla saja, melainkan memengaruhi setidaknya 9 hingga 12 provinsi di wilayah selatan Thailand.
Provinsi Songkhla paling parah dengan 110-126 korban jiwa, terutama di Hat Yai, tetapi korban juga tercatat di Nakhon Si Thammarat (9 jiwa), Phattalung (4), Trang (2), Satun (5), Pattani, Yala (5), dan Narathiwat (4).
Banjir merendam 105 distrik, memengaruhi lebih dari 1 juta rumah tangga dan 2,9-3,6 juta orang, dengan kerusakan infrastruktur di seluruh Thailand selatan. **







