Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SIAK – Daaaaar! Terdengar letusan cukup keras, tampak seorang remaja tergeletak berlumuran darat. Saai diperiksan remaja bernama Muhammad Awil, 15, itu tewas terkena letusan saat uji coba senjata api di lingkungan sekolah SMP Sains Tahfiz Islamic Centre.
Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, mengonfirmasi pemeriksaan terhadap empat tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah, masih berlangsung untuk mengumpulkan keterangan awal.
Insiden terjadi pada Rabu, 8 April 2026, sekitar pukul 10.30 WIB di lapangan upacara sekolah, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau.
Siswa berinisal MA atau Muhammad Awil (15 tahun) terbunuh setelah ledakan dari senapan rakitan 3D yang dibuat sebagai proyek praktik sains kelompok IPA; korban mengalami luka serius di kepala.
Polisi telah melakukan olah TKP, mengamankan material ledakan (plastik, besi, campuran lain) untuk pemeriksaan forensik di Labfor Polda Riau, dan memeriksa Saksi. Penyelidikan difokuskan pada asal-usul alat rakitan tersebut, dengan proses yang masih berjalan secara profesional.
Upaya Pemulihan
Polres Siak menggelar trauma healing melalui Polwan pada 9-10 April 2026 untuk siswa dan guru, termasuk kegiatan humanis, interaktif, dan pendampingan psikologis dari Dinas Kesehatan Siak. Bupati Siak Afni juga berdoa dan tekanan pemulihan luka batin komunitas sekolah.
AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais , Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak, memimpin pemeriksaan kasus ini. Iamenyatakan melakukan penyelidikan atas kejadian itu, termasuk olah TKP, pengamanan barang bukti, dan pemeriksaan saksi seperti kepala sekolah serta guru.
Raja Kosmos Parmulais baru saja dilantik sebagai Kasatreskrim Polres Siak melalui rotasi jabatan pergantian, menggantikan AKP Tidar Laksono. Sebagai petugas berpendidikan SH, MH, ia menekankan profesionalisme dalam proses penyelidikan kejadian ledakan rakitan di SMP Sains Tahfiz Islamic Center.
Kronologi
- Pagi hari (sekitar pukul 09.00-10.00 WIB): Siswa kelas IX IPA dibagi menjadi 5 kelompok (masing-masing 9 orang) untuk ujian praktik sains di lapangan upacara sekolah, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak.
- 10.30 WIB: Giliran kelompok korban Muhammad Awil (MA, 15 tahun) menyebarkan proyek senapan rakitan 3D; korban meminta anggota kelompok lain menjauh sebelum melakukan tembakan.
- Saat pembakaran: terjadi ledakan keras dari senapan rakitan, menghasilkan asap, pecahan plastik/besi/bubuk yang berhamburan ke aula dan dinding kelas; korban terkena serpihan benda keras di wajah dan kepala.
- Segera setelah ledakan: Korban dilarikan ke RSUD Kabupaten Siak untuk perawatan darurat, tetapi dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.
- Siang-malam 8 April: Polres Siak melakukan olah TKP, amankan barang bukti (potongan material ledakan), dan kirim ke Labfor Polda Riau untuk forensik.
- 9 April: Pemeriksaan awal terhadap 4 tenaga pendidik termasuk kepala sekolah; Proses konfirmasi Kasatreskrim AKP Raja Kosmos Parmulais masih berlangsung melalui WhatsApp.
- 9-10 April: Polres Siak gelar trauma healing dengan Polwan untuk siswa/guru; Bupati Siak Afni mengunjungi sekolah untuk doa dan pemulihan psikologis bersama Dinkes. **







