Penuli: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG- Kepala Dinas Pertanian Jombang, Ir Much. Rony pimpin langsung terjun lapangan dalam aksi Rismaluh (Sehari Bersama Penyuluh) bersama rim Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tembelang, kecamatan Tembelang.
Kegiatan sehari bersama penyuluh pertanian yang dilakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi teknik budidaya, untuk meningkatkan kapasitas penyuluh, petani, serta mengembangkan pertanian di wilayah Jombang.
Lokasi pertama yang didatangi adalah irigasi perpompaan (Irpom) Kelompok Tani (Poktan) dusun Medeleg, desa Tampingmojo, kecamatan Tembelang, Selasa, 17 Juni 2025.
Di lokasi itu Much, Rony bersama penyuluh Himawan SSt dan Febrianti DI, A.md, menemui ketua Pokta Medeleg. Rony melakukan pemeriksaan penggunaan pompa air tenaga listrik itu untuk pengairan di sawah di Medeleg.
Ia berpesan kepada ketua Poktan, agar Irpom bantuan ini dipelihara sebaiknya-baiknya, “Kedua adalah pengelolaan, misalnya harus beli token (listrik), service-service! Agar bisa termafaatkan secara maksiml,” tutur Rony.

Meneyluh kep irigasi perpomaan (Ipom) Medeleg, Kadispertan Jombang Ir. Much. Ronny minta agar bantuan pemerintah ini diperlihara secara baik agar bermanfaatn. Foto: Instagram@dispertanjombang
“Kita ini punya program pangan nasional, maka sekiranya nanti airnya sudah cukupo bisa dialirkan ke lahan yang semula bukan padi, bisa dijadikan sawah padi,” kata dia kepada Abdul Rochim, ketua Poktan Medeleg.
Sebagai info tambahan, luas lahan sawah padi di dusun Medeleg, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang adalah sekitar 141 hektar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang lahan sawah seluas 141 hektar dengan rata-rata produksi padi sekitar 7,62 ton per hektar.
Acara dilanjutkan dalam penyuluhan budi daya tanaman sehat pengedalian hama terpadu di Poktan Kalak, desa Kalikejambon, sekaligus anjangasana ke kantor desa pemdes Kalikejambon.
Rony mengatakan bahwa Irpom Swadaya ini dibangun secara mandiri oleh Poktan setempat, “Ini adalah contoh yang baik, karena memang ada kebutuhan. Tetapi pemerintah akan segera membangun Irpom tambahan lagi di sana,” kata Ronny.
Ronny menegaskan dengan adanya kecukupan air, dengan cara budidaya yang baik, akan memberikan hasil penan baik terutama dalam mencukup pangan setempat maupun nasional.
Perjalanan Rismaluh dilanjutkan ke pada kelompok tani (Poktan) Pulorejo, didampingi penyuluh Asyar B, S.Pt, mereka mendapatkan infomasi dari penyuluh dan Kadispertan Jombang. Juga ke lokasi Gabungan Kelompok Pertani (Gabpoktan) yang memroduksi bokashi bersama penyuluh Himawan SST
Bokashi adalah metode pembuatan pupuk organik dengan cara fermentasi bahan organik menggunakan mikroorganisme efektif (EM), biasanya dalam kondisi tertutup tanpa udara (anaerob).
Istilah “bokashi” berasal dari bahasa Jepang yang berarti “bahan organik yang difermentasi” atau “perubahan secara bertahap” dalam bahan organik.

Di okasi Gabungan Kelompok Pertani (Gabpoktan) yang memroduksi bokashi bersama penyuluh Himawan SST. Foto: Instagram@dispertanjombang
Proses ini menghasilkan pupuk organik yang kaya nutrisi dan mikroorganisme yang bermanfaat untuk tanah dan tanaman, dan biasanya lebih cepat selesai dibandingkan pengomposan konvensional.
Bokashi adalah pupuk organik yang dibuat dengan fermentasi cepat menggunakan mikroorganisme khusus, yang membantu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan kesuburan tanaman.
Di desa Kepuhdoko, PPL Enis Z, SP membawa Kadispertan ke lokasi lahan kedelai, berlanjut ke desa Jaiwayes. Perjalanan diakhiri kunjungan langsung kemitraan dengan PT Wahana- Afco. **