Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Revolusi Karbon Baterai dari Sekam Beras, Dua Kali Lebih Tahan Lama dari Lithium-Ion

badge-check


					Sekam atau kulit padi sangat besar volumenya di Indonesia, belum termanfaatkan secara baik karena dianggap limbah atau cuma bahan bakar. Ternyata bisa dijadikan karbon untuk baterai hingga dua kali lipat daya penyimpanannya. interestingengineering.com Perbesar

Sekam atau kulit padi sangat besar volumenya di Indonesia, belum termanfaatkan secara baik karena dianggap limbah atau cuma bahan bakar. Ternyata bisa dijadikan karbon untuk baterai hingga dua kali lipat daya penyimpanannya. interestingengineering.com

KREDONEWS.COM.COM– Para peneliti di University of Michigan telah membuat terobosan signifikan dalam teknologi baterai dengan mengembangkan jenis karbon baru dari sekam padi yang dibakar, yang dikenal sebagai karbon keras.

Bahan ini menunjukkan kapasitas penyimpanan energi yang mengesankan, melebihi 700 miliampere-jam per gram (mAh/g), hampir dua kali lipat dari kapasitas grafit tradisional yang digunakan dalam baterai, yang biasanya menyimpan sekitar 370 mAh/g.

Karbon keras yang berasal dari abu sekam padi tidak hanya mengungguli karbon keras komersial (sekitar 500 mAh/g), tetapi juga secara signifikan melampaui grafit dalam baterai lithium-ion.

Kemajuan ini dapat menghasilkan baterai yang tahan lebih lama dan menyimpan lebih banyak energi tanpa meningkatkan ukurannya.

Proses pembuatan karbon keras dari sekam padi lebih sederhana dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan metode tradisional yang membutuhkan perlakuan suhu tinggi di lingkungan bebas oksigen.

Metode baru ini melibatkan pembakaran sekam padi, yang sering dianggap sebagai limbah, sehingga memberikan solusi yang berkelanjutan dan hemat biaya untuk bahan baterai.

Membakar sekam padi untuk energi bersifat netral karbon, karena CO2 yang dilepaskan selama pembakaran setara dengan apa yang diserap oleh tanaman padi selama pertumbuhannya. Hal ini sangat kontras dengan produksi grafit konvensional, yang menghasilkan emisi CO2 yang signifikan.

Membakar sekam padi untuk energi bersifat netral karbon, karena CO2 yang dilepaskan selama pembakaran setara dengan apa yang diserap oleh tanaman padi selama pertumbuhannya.

Hal ini sangat kontras dengan produksi grafit konvensional, yang menghasilkan emisi CO2 yang signifikan.

Penemuan bahan karbon keras ini dapat merevolusi solusi penyimpanan energi, terutama untuk kendaraan listrik dan sistem energi terbarukan.

Dengan sekitar 20 miliar pon beras yang diproduksi setiap tahun di AS, ada potensi besar untuk meningkatkan teknologi ini untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan solusi baterai yang efisien dan berkelanjutan.

Tim peneliti secara aktif mencari kemitraan untuk membawa inovasi ini ke pasar dan telah mengajukan perlindungan paten.

Singkatnya, pengembangan karbon keras dari abu sekam padi menghadirkan alternatif yang menjanjikan untuk grafit tradisional, menawarkan kapasitas penyimpanan energi yang lebih tinggi sambil mempromosikan keberlanjutan dalam produksi baterai. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPBD Jombang Raih Juara I Resilient Marathon dan Penanggulangan Bencana Jatim 2026

25 Juli 2026 - 13:25 WIB

Kas KPRI Jombang Kosong, Aan Anshori Desak Bupati Warsubi Lindungi ASN Anggota Koperasi

25 Juli 2026 - 11:39 WIB

Tim Tabur Meringkus Asep Jamaluddin Saat Transaksi di BCA Jakarta, Penipuam Umrah dan Haji Rp15 M di Pontianak

25 Juli 2026 - 10:07 WIB

Sutrisno Bersyukur Seluruh Pekerja Selamat, Pabrik Pakan Ternak di Mojowarno Ludes Kerugian Rp600 Juta

25 Juli 2026 - 06:24 WIB

Libur Sekolah 2026, Solo dan Malang Tujuan Favorit Baru Wisata

24 Juli 2026 - 20:27 WIB

MK Tegaskan Sisa Kuota Internet Hak Konsumen, Tak Boleh Hangus Sepihak

24 Juli 2026 - 20:13 WIB

KAI Daop 8 Genjot Integrasi Kereta di Jatim, Penumpang Makin Mudah Transit

24 Juli 2026 - 19:42 WIB

Menelisik Akar Terorisme (40): Dracula Isap 650 Darah Gadis Belia

24 Juli 2026 - 19:01 WIB

Jamwas Rudi Margono Ancam Hadirkan Paksa Febrie Adriansyah jika Mangkir Lagi

24 Juli 2026 - 18:35 WIB

Trending di News