Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
SURABAYA, KREDONEWS.COM– Gandes Nawangsari S.Psi, M.Sc, ilmuwan psikologi sekaligus penyintas depresi, kembali menanggapi pertanyaan netizen soal peran psikolog dan psikiater.
“Hai, aku sering ditanya, kak kalau udah konsul ke psikiater, masih perlu ke psikolog enggak?” tulisnya dalam video di Instagram pribadi yang diunggah dua minggu lalu.
Ia menegaskan, kebutuhan psikolog bergantung pada layanan psikiater yang menangani pasien. “Kalau psikiater kita itu juga melayani konseling atau psikoterapi, jawabannya enggak usah ke psikolog enggak apa-apa,” katanya.
Namun, “kalau psikiater teman-teman itu hanya fokus memberikan obat, teman-teman tetap butuh psikolog juga,” karena pengobatan psikiatri menyasar faktor biologis.
Menurut Gandes, gangguan mental bersifat multifaktorial—melibatkan aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual.
“Jadi obat-obatan itu hanya menyelesaikan satu dari empat faktor yang bisa menyebabkan gangguan psikologis.” tegasnya.
Dalam unggahan video sebelumnya, ia juga mengungkap stigma yang pernah ia alami dari lingkungan. “Selama ini… mereka itu mikir aku itu kurang beriman, kurang bersyukur,” ujarnya, hingga ia memilih mekanisme pertahanan diri lewat teknik sublimasi.
“Menjadi energi positif yang berguna untuk diriku dan juga masyarakat luas,” katanya, salah satunya dengan edukasi di depan kamera meski ia introvert.
Upaya itu membuahkan dampak nyata. Pengikutnya kini lebih dari 50 ribu. “Sekarang followersku udah lebih dari 50 ribu, orang-orang… lebih semangat untuk cari bantuan profesional,” sehingga ia tidak merasa gagal lagi sebagai manusia.
Pesannya, bahwa pemulihan bisa berjalan berdampingan dengan perawatan medis yang tepat.
Ia menutup dengan kalimat empati, “Cepat sembuh, cepat pulih. Aku juga pasien psikiater. Kok kita bangkit bareng-bareng ya?” serta ajakan, “kita semangat ya, saling merangkul, Jangan nggak punya ilmu, tapi sok tau.””***











