Menu

Mode Gelap

Headline

Polisi Amankan Puluhan Pemuda dan Menahan 26 Motor, Buntut Tawuran di Babat

badge-check


					Polisi Lamongan bertindak tegas melakukan pengamanan, tetapi akhirnya mereka dibina dan mendatangkan orang tuanya, serta para pembinanya. Tangkap layar video Instagram@berita_lamongan Perbesar

Polisi Lamongan bertindak tegas melakukan pengamanan, tetapi akhirnya mereka dibina dan mendatangkan orang tuanya, serta para pembinanya. Tangkap layar video Instagram@berita_lamongan

Penulis: Saifudin    |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LAMONGAN- Polisi meringkus puluhan pemuda dan menagan 26 unit kendaraan roda dua, saat melakukan pengadangan arak-arak perguruan silat yang konvoi menuju mapolres Lamongan, Minggu, 1 Juni 2025.

Mereka berjumlah sekitar 100 orang, secara sengaja berangkat dengan mengerahkan anggotanya, menggunakan motor dengan tujuan ke Mapolres Lamongan. Mereka berencana unjuk rasa untuk membebaskan temannya  yang ditahan, sebagai tersangka tawuran yang  menyebabkan satu remaja tewas terkena sabetan celurit, yang terjadi sehari sebelumnya, Sabtu , 31 Mei 2025.

Sebelumnya mereka penyebarkan semangat dengan share: “Panggilan Jiwa Arus Bawah” di kalangan internal perguruan. Berisi seruan solidaritast: “Setetes air diminum bersama, setetes darah dirasakan bersama.”

Puluhan orang itu kemudian melakukan  arak-arakan melintasi kawasan gudang Bulog di jalan Panglima Sudirman, Polisi melakukan pengadangan gerakan mereka. Petugas Polres Lamongan memerintahkan mereka untuk membubarkan diri secara damai.

Polisi bahkan mengimbau peserta aksi untuk bermeditasi dan menenangkan diri agar situasi tidak memanas.

Ketegangan sempat terjadi saat massa berusaha memutar balik, namun polisi sudah melakukan tindkaan berlapis, mengerahkan petugas dari arah berlawanan. Gesekan kecil pun tak terhindarkan antara beberapa peserta aksi dengan aparat.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, menyatakan bahwa pembubaran dilakukan, karena arak-arakan tersebut mengganggu ketertiban umum dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya

Terkait kasus pengeroyokan yang menjadi pemicu aksi, Kapolres menegaskan bahwa proses hukum tengah berlangsung. Ia menepis anggapan bahwa insiden tersebut merupakan bentrokan antar-perguruan.

“Peristiwa itu bukan tawuran. Ini murni penyerangan oleh pelaku yang membawa senjata tajam terhadap sekelompok pemuda yang sedang iring-iringan. Dua pelaku telah kami amankan dan sedang diproses hukum,” jelasnya.

Sebanyak 26 kendaraan roda dua turut diamankan dalam operasi ini. Polres Lamongan mengimbau masyarakat, khususnya para anggota perguruan silat, untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang demi menjaga kondusivitas wilayah. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ASN Mojokerto Antusias Ikuti Gerakan Bike to Work Setiap Jumat

28 Maret 2026 - 14:59 WIB

Kasus Kredit BNI Rp 105 Miliar, Hakim PN Beri Tahanan Rumah Terdakwa Bengawan Kamto

28 Maret 2026 - 12:29 WIB

Dituduh Illegal Mining Potensi Denda Rp4,2 Triliun, Kejaksaan Agung Menahan Taipan Tambang Samin Tan

28 Maret 2026 - 08:39 WIB

Enam Hari Dilaporkan Hilang, Dua Pria Ditemukan Membusuk di Kubah Masjid Miftahul Janah Pengaradan Brebes

28 Maret 2026 - 00:45 WIB

Melalui MBG dan Perumahan Rakyat, Presiden Prabowo Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

27 Maret 2026 - 18:45 WIB

Jadi Bahan Tertawaan Netizen, Tugu Mungil Titik Nol Pemkab Tangerang Rp 2,15 Miliar

27 Maret 2026 - 17:56 WIB

Kejati Pamerkan Uang Sitaan Rp 214 Miliar Kasus Illegal Mining PT JMB Group Kutai Kartanegara

27 Maret 2026 - 17:16 WIB

14 Hari Hilang, Polisi Temukan Jasad Alfin Windian Dikubur Sedalam 3 M di Cikeas

27 Maret 2026 - 16:38 WIB

Bike to Work: Cara ASN Mojokerto Tekan BBM dan Polusi

27 Maret 2026 - 15:50 WIB

Trending di News