Menu

Mode Gelap

Mimbar Rakyat

Parameter Kualitas BBM Bukan Hanya RON, Kerugian Konsumen Bisa Jauh Lebih Besar

badge-check


					Parameter Kualitas BBM Bukan Hanya RON, Kerugian Konsumen Bisa Jauh Lebih Besar Perbesar

Penulis : Jayadi | Editor : Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM-JAKARTA:Belakangan ini muncul dugaan bahwa Pertamina menjual BBM dengan kualitas di bawah standar. Konsumen merasa dirugikan karena membeli bahan bakar dengan harga RON 92 (Pertamax), tetapi kualitasnya ternyata hanya setara RON 90 (Pertalite) atau bahkan lebih rendah.

“Yang kami temukan adalah fakta hukum. Fakta hukum bahwa PPN melakukan pembayaran terhadap RON 92 Berdasarkan price list. Sementara Barang yang masuk atau minyak yang masuk itu adalah RON 88 atau RON 90,” kata Harli di kantor Kejagung, Jumat (28/2/2025).

Namun, persoalan kerugian konsumen sebenarnya bisa jauh lebih besar, sebab kualitas BBM tidak sekadar dinilai dari RON. Kualitas BBM juga ditentukan oleh faktor lain seperti kadar sulfur, kandungan olefin, aromatik, hingga stabilitas oksidasi.

Baca Juga
Peran PT OTM dalam Kasus Korupsi Pertamina dengan Kerugian Rp1000 T, Update: Sita 95 Bendel

Kualitas bahan bakar ditentukan oleh beberapa parameter utama, yang memastikan kinerja, efisiensi, dan kepatuhan lingkungan. Parameter tersebut adalah sebagai berikut:

1. Research Octane Number (RON) dan Motor Octane Number (MON): Mengukur ketahanan terhadap ketukan dalam berbagai kondisi

2. Kepadatan: Mempengaruhi kandungan energi dan efisiensi pembakaran

3. Kandungan deterjen: untuk membersihkan saluran dan ruang bakar

4. Kandungan Sulfur: Dibatasi untuk mengurangi emisi, biasanya di bawah 10 ppm di banyak wilayah

5. Kandungan Aromatik dan Benzena: Dibatasi untuk meminimalkan emisi beracun dan meningkatkan pembakaran

6. Tekanan Uap: Memastikan volatilitas yang tepat untuk kinerja musiman

7. Karakteristik Distilasi: Meliputi suhu T10, T50, T90 untuk kontrol penguapan.

8. Kadungan Oksigen: Dikendalikan untuk mengoptimalkan pembakaran dan mengurangi emisi

9. Kandungan Timbal dan Logam: Dibatasi untuk mencegah kerusakan mesin dan polusi

10. Stabilitas Oksidasi: Mencegah degradasi bahan bakar seiring waktu

Jadi jika hanya RON 90 yang dioplos dinaikkan menjadi RON 92, sementara parameter yang lain tidak dijaga, maka mutu BBM bisa jadi lebih buruk dari yang kita bayangkan

Jika BBM yang dijual tidak sesuai standar, dampaknya bisa serius: kerusakan pada motor atau minimal efisiensi mesin menurun, dan kerusakan lingkungan karena emisi gas buang meningkat, dikutip dari Fuellogic.

Konsumen berhak mendapatkan transparansi penuh mengenai kualitas BBM yang mereka beli. Jika dugaan ini benar, maka tindakan tegas harus diambil untuk memastikan standar bahan bakar tetap terjaga.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PMI Kota Mojokerto Tebar Kebaikan Ramadan, Perkuat Misi Kemanusiaan

18 Maret 2026 - 05:39 WIB

PT Pegadaian Sediakan Bus Gratis, 310 Warga Jatim Mudik Lebaran Aman dan Bahagia

17 Maret 2026 - 18:24 WIB

Korpri Mojokerto Salurkan Zakat Rp139,4 Juta untuk 1.798 Mustahik

17 Maret 2026 - 17:58 WIB

Pengusaha Teriak Harga Solar Industri di Tanjungperak Rp 27.000/L, Pertamina: Itu Bukan Harga Resmi!

17 Maret 2026 - 17:34 WIB

Kenakan Rompi Oranye, KPK Menahan Gus Alex Menyusul Mantan Menag Gus Yaqut

17 Maret 2026 - 17:01 WIB

Bikin Resah dan Ganggu Ketertiban, Pemilik Sound Horeg Bakal Diseret ke Meja Hijau Usai Lebaran

17 Maret 2026 - 16:24 WIB

Meracik Mercon Dalam Musala Arruba’ Udanawu Blitar, Dua Remaja Alami Luka Bakar Diangkut ke Rumah Sakit

17 Maret 2026 - 16:07 WIB

Polres Jombang Salurkan 3,3 Ton Zakat Fitrah kepada Masyarakat

17 Maret 2026 - 15:55 WIB

Jibom dan Gegana Dikerahkan Untuk Selidiki Kasus Ledakan di Masjid Pesona Raya Regency Jember

17 Maret 2026 - 15:42 WIB

Trending di News