Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, POSO- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu, 17 Agustus 2025, sekitar pukul 06.38 WITA.
Akris Fattah Yunus, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, menyampaikan laporan mengenai jumlah warga terdampak, kondisi pengungsi, serta kebutuhan mendesak di lokasi gempa.
Selain itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring, juga memberikan keterangan terkait korban luka-luka akibat robohnya Gereja Elim dan kondisi penanganan medis di lapangan.
Kepala BNPB Suharyanto juga memberikan pernyataan resmi mengenai situasi dan koordinasi penanganan bencana. Namun untuk laporan resmi dari BPBD, Akris Fattah Yunus adalah pejabat utama yang memberi keterangan.

Peta lokasi gempa di wilayah Poso, yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIta, hari Minggu, 17 Agustus 2025. Foto: BMKG
Gempa ini menyebabkan kerusakan berat pada Gereja Elim di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, yang roboh saat sejumlah jemaat sedang melakukan ibadah.
Sebanyak 10 jemaat yang tertimpa reruntuhan gereja mengalami luka-luka dan telah dievakuasi serta mendapatkan perawatan di Puskesmas Tokorondo.
Selain itu, terdapat 29 orang luka-luka dengan 2 di antaranya dalam kondisi kritis dan sebagian harus dirujuk ke rumah sakit.
Gempa ini juga merusak beberapa bangunan lain di desa sekitar seperti rumah warga dan fasilitas sarang burung walet.
BMKG menyatakan gempa ini adalah gempa dangkal akibat aktivitas sesar Tokoraru dan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan dirasakan di beberapa daerah di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Barat. Penanganan darurat dan pendataan korban serta kerusakan masih berlangsung.
Laporan dari BPBD Kabupaten Poso terkait gempa 6.0 magnetudo, 17 Agustus 2025 menyatakan sebagai berikut:
-
Sebanyak 29 orang mengalami luka-luka akibat gempa, dengan 13 orang dirujuk ke RSUD Poso. Dari jumlah tersebut, 2 orang dalam kondisi kritis dan 6 orang lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Tokorondo.
-
Satu unit fasilitas ibadah, yakni Gereja Jemaat Elim di Desa Masani, mengalami kerusakan parah hingga roboh.
-
Gempa dirasakan kuat selama sekitar 15 detik di wilayah Kecamatan Poso Pesisir seperti Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, dan Lape.
-
BPBD segera melakukan monitoring, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk pendataan korban dan kerusakan.
-
Pendataan terhadap jumlah pengungsi masih berlangsung.
-
Kebutuhan mendesak yang dilaporkan sementara adalah tenda dan obat-obatan untuk membantu penanganan warga terdampak gempa.
-
BPBD bersama BNPB melakukan penanganan darurat dan koordinasi dengan aparat setempat serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.
BPBD terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta mengkoordinasikan langkah-langkah lanjutan dengan pihak terkait. **
**