Menu

Mode Gelap

News

Benda Bercahaya di Langit, Jatuh di Samudera bukan di Gedung Aji DPRD Tulang Bawang

badge-check


					Warga masyakar di sekitar Lampung, bisa menyaksikan secara jelas sekaligus bernayka yang melakukan rekaman video, pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB, 4 April 2025. Para ahli menyebutnya seb agau benda serpihan roket jatuh ke samudera. Foto: Kolase/ist Perbesar

Warga masyakar di sekitar Lampung, bisa menyaksikan secara jelas sekaligus bernayka yang melakukan rekaman video, pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB, 4 April 2025. Para ahli menyebutnya seb agau benda serpihan roket jatuh ke samudera. Foto: Kolase/ist

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LAMPUNG- Pada Sabtu malam, 4 April 2026, warga di kawasan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, heboh melihat benda bercahaya melintas di langit, yang diklaim jatuh di lahan Gedung Aji dekat kawasan DPRD setempat.

Fenomena ini viral di media sosial, memicu spekulasi apakah itu meteor atau sampah antariksa. Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) mengonfirmasi bahwa benda tersebut adalah sampah antariksa dari roket China CZ-3B R/B yang terbakar saat masuk atmosfer, bukan meteor.

Peneliti BRIN,  Thomas Djamaluddin mengonfirmasi lintasan dari India ke Samudera Hindia, jatuh di pantai barat Sumatera. Benda ini tidak berbahaya karena mendarat di laut.

OAIL menjelaskan bahwa objek bercahaya itu pecah menjadi beberapa bagian, ciri khas benda buatan manusia seperti roket bekas, bukan fenomena alam.

Mereka sedang memantau data lintasan untuk memeriksa kemungkinan fragmen mencapai tanah di sekitar Gedung Aji. Sampah antariksa ini dinyatakan tidak berbahaya karena sudah terbakar saat berinteraksi dengan atmosfer.

Netizen @Gi_N0ng menyebut benda jatuh di Gedung Aji, Tulang Bawang, dengan video menunjukkan kobaran api dan warga memadati lokasi, tapi tanpa ledakan. Namun, video serupa beredar luas dengan klaim berbeda, termasuk di kawasan DPRD Tulang Bawang. Gedung Aji adalah kecamatan di Tulang Bawang, Lampung.

Tanggapan Otoritas

Polda Lampung membantah kebenaran klaim jatuhnya benda di darat, termasuk di Tulang Bawang, setelah pengecekan lapangan nihil dan menyatakan video tersebut hoaks.

Polisi juga memastikan benda serupa jatuh ke laut, dengan situasi aman di Lampung Timur dan Tulang Bawang. Koordinasi dengan Kapolres setempat hingga Minggu, 5 April 2026, tidak menemukan laporan atau bukti kejadian.a

Polda Lampung telah mengonfirmasi bahwa sampah antariksa CZ-3B R/B tidak jatuh di daratan Lampung, melainkan di laut. Berdasarkan koordinasi dengan pakar dan pengecekan lapangan, lokasi jatuhnya adalah pantai barat Sumatera di Samudera Hindia, sekitar pukul 19.56 WIB pada Sabtu malam.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyatakan hasil koordinasi dengan Dr. Robiatul Mustaba dari ITERA menunjukkan arah jatuh ke samudera, bukan Lampung. Pengecekan di Lampung Timur dan Tulang Bawang nihil, situasi aman tanpa laporan warga.  **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KPK Panggil Muhammad Suryo Bos Rokok HS dan Kargo Pesawat Fly Jaya, Tidak Hadir Tanpa Penjelasan

5 April 2026 - 10:44 WIB

Pesawat F-15E dan A-10 Warthog Milik AS Tertembak Jatuh, Muncul Video dan Foto Iran Menahan Pria Berpakaian Pilot

5 April 2026 - 09:45 WIB

Rumah Gedek Kebakaran di Jetis Mojokerto, Wanita Penghuni Penderita Stroke Tewas

5 April 2026 - 07:37 WIB

Penghormatan Terakhir 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Presiden Mencium Bayi Serka Nur Ichwan

4 April 2026 - 21:49 WIB

PBB Percepat Investigasi Forensik Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

4 April 2026 - 20:02 WIB

Mulai 6 April 2026 Jembatan Buk Wedi Ditutup, Ubah Arus Lalu Lintas di Jalur Pantura Via Pasuruan

4 April 2026 - 19:21 WIB

Aksi Peduli Dhuafa HUT ke-125, PT Pegadaian Bagikan Paket 560 Anak Yatim Piatu se-Jatim

4 April 2026 - 17:04 WIB

Dua Pria dan Dua Wanita Meretas Si-BOS: Sedot Uang BOS Siswa SMAN 2 Prabumulih Rp942 Juta

4 April 2026 - 16:23 WIB

Hakim Vonis Bersalah Tiga Dosen Senior UGM, Pengadaan Fiktif Biji Kakao 200 Ton Rugikan Negara Rp 7,6 Miliar

4 April 2026 - 15:57 WIB

Trending di News